Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Penyakit LSD, Pemkab Pasuruan Vaksinasi Sapi

📅 Jumat, 09 Jun 2023, 20:10 WIB | Oleh:
Antisipasi Penyakit LSD, Pemkab Pasuruan Vaksinasi Sapi Doc: ANTARA/HO-Pemkab Pasuruan
Ket. Sapi ternak di Pasuruan.

PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jawa Timur memberikan vaksinasi kepada sapi ternak di kabupaten setempat sebagai upaya mengantisipasi merebaknya penyakitLumpy Skin Disease(LSD).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu di Pasuruan, Jumat mengatakan vaksinasi diberikan pada 1.500 ekor sapi di 13 kecamatan terdampak di antaranya Sukorejo, Rembang, Bangil, Beji, Gempol, Gondangwetan, Nguling, Pandaan, Purwodadi, Purwosari, Puspo, dan Tutur.

"Kami dapat kiriman 1.500 dosis vaksin dan langsung kami sebar ke 13 kecamatan terdampak sebagai prioritas sasaran karena populasi sapi banyak di wilayah tersebut," katanya.

Untuk melaksanakan vaksinasi tersebut, kata dia, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menerjunkan seluruh petugas agar proses vaksinasi bisa cepat selesai.

Diana menambahkan, vaksinasi kali ini diprioritaskan untuk sapi potong lantaran sapi jenis ini banyak yang terserang LSD dibandingkan sapi perah.

"Vaksinasi ini kami prioritaskan untuk sapi potong. Ini karena alasan keterbatasan pasokan vaksin maupun alasan lainnya seperti kerentanan dan lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan vaksinasi ternak ini sebagai bagian dari langkah mitigasi penyakit LSD karena dalam praktiknya, vaksinasi itu bisa dilakukan bersamaan dengan vaksinasi penyakit mulut kuku (PMK), karena proses penanganan penyakit PMK juga belum sepenuhnya tuntas.

"Ya bersamaan karena memang proses penanganan penyakit PMK juga belum sepenuhnya tuntas," tuturnya.

Selain vaksinasi, pihaknya juga melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya dengan memberikan sosialisasi kepada berbagai lapisan masyarakat.

Lewat sosialisasi itu, dia berharap bisa memberikan gambaran kepada masyarakat tentang apa yang harus dilakukan sehingga penyakit LSD di Kabupaten Pasuruan bisa ditekan semaksimal mungkin.

Tak selesai sampai di situ, Diana juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas jika mengetahui gejala atau ciri-ciri LSD juga agar waspada terhadap penyakit LSD.

"Kami sosialisasikan lewat selebaran dan spanduk yang dipasang ke peternak dan pedagang sapi, juga di pasar-pasar dan sebagainya. Jika ada ternak mengarah pada gejala LSD, segera hubungi petugas veteriner terdekat," ujarnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan mencatat hingga Rabu (7/6) ada 159 ekor sapi yang terserang LSD. Dari jumlah tersebut, 15 ekor di antaranya sudah sembuh, 1 ekor mati dan 7 ekor dijual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.