Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Perempuan Korea Menolak Berkencan, Menikah dan Punya Anak, Kenapa Begitu?

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 09:49 WIB | Oleh: Tim Penulis

Namun, tidak satu hal pun dari peristiwa ini yang menimbulkan kontroversi publik sebesar kejahatan-kejahatan seks digital. Ini menjadi bentuk baru kekerasan seksual yang difasilitasi oleh teknologi: pornografi balas dendam(revenge porn); (upskirting), atau tindakan pengambilan foto dari bagian bawah rok perempuan secara diam-diam di tempat umum; dan penggunaan kamera tersembunyi untuk memfilmkan perempuan yang sedang berhubungan seks atau berganti baju.

Pada tahun 2018, ada 2.289 laporan kasus kejahatan seks digital; tahun 2021, jumlahnya bertambah menjadi 10.353 kasus.

Sepanjang 2019, ada dua insiden besar kejahatan seks digital. Salah satunya melibatkan sejumlah bintang K-pop laki-laki. Mereka didakwa karena merekam dan mengedarkan video sejumlah perempuan di grup chat tanpa persetujuan yang bersangkutan.

Beberapa bulan kemudian, warga Korea dihebohkan dengan "Insiden Kamar Nth (Nth Room Incident)," yaitu adanya ratusan pelaku - kebanyakan laki-laki - yang melakukan kejahatan seks digital terhadap puluhan perempuan dan anak di bawah umur.

Tindak kriminal tersebut cenderung menargetkan perempuan miskin - pekerja seks, atau perempuan yang ingin menghasilkan sedikit uang dari berbagi foto telanjang dengan identitas yang disembunyikan.

Para pelaku meretas akun media sosial atau mendekati para korban dan menawarkan uang kepada mereka, tetapi meminta informasi pribadi korban dengan alasan untuk mengirimkan uangnya. Begitu mereka memperoleh informasinya, mereka memeras korban dengan mengancam akan mengungkapkan pekerjaan seks dan menyebarkan gambar telanjang mereka kepada teman dan keluarganya.

Karena menjadi pekerja seks dan memposting gambar telanjang diri secara online adalah hal ilegal di Korea, para perempuan ini takut ditangkap atau dikucilkan oleh teman dan keluarga, sehingga pada akhirnya mereka memenuhi tuntutan pelaku untuk terus mengirimkan gambar diri mereka. Para pelaku kemudian akan saling bertukar gambar-gambar ini di ruang chat.

Namun, survei yang dilakukan oleh pemerintah Korea pada 2019 menemukan bahwa sebagian besar masyarakat menyalahkan perempuan atas terjadinya kejahatan seks ini: 52% mengatakan bahwa mereka percaya kekerasan seksual terjadi karena perempuan mengenakan pakaian terbuka, sementara 37% menganggap bahwa perempuan cenderung mengalami kekerasan seksual saat mabuk. Mereka disalahkan karena menjadi korban.

Dengan kata lain, mayoritas penduduk Korea percaya bahwa akar masalahnya adalah seksualitas perempuannya, bukan kekerasan seksualnya.

Berawal dari kebijakan pemerintah

Kejahatan seks digital terlalu luas untuk hanya menyalahkan segelintir aktor jahat. Menurut saya, sebagian masalahnya berasal dari sejarah panjang "kewarganegaraan gender".

Ilmuwan feminis Korea Seungsook Moon menulis tentang bagaimana pemerintah menciptakan perbedaan "jalur" bagi laki-laki dan perempuan saat negara tersebut berusaha melakukan modernisasi pada paruh kedua abad ke-20:


"Laki-laki dimobilisasi untuk ikut dinas wajib militer dan kemudian digunakan sebagai pekerja dan peneliti dalam industrialisasi ekonomi. Sementara itu, perempuan diasingkan ke pekerjaan pabrik yang lebih rendah, dan peran mereka sebagai anggota negara modern sebagian besar ditentukan berdasarkan kemampuan reproduksi biologis dan manajemen rumah tangga."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.