Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakpus Kejar KLA Kategori Utama

📅 Rabu, 07 Jun 2023, 05:29 WIB | Oleh:
Jakpus Kejar KLA Kategori Utama Doc: ISTIMEWA
Ket. Pemerintah Kota Jakarta Pusat menggelar verifikasi lapangan evaluasi Kota Layak Anak (KLA) 2023 secara hybrid di kantor wali kota setempat.

JAKARTA - Verifikasi lapangan evaluasi Kota Layak Anak (KLA) 2023 mulai dilakukan Pemkot Jakarta Pusat. Verifikasi dilakukan secarahybrid.Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, mengatakan, jumlah anak mencapai 325.646. Dari jumlah tersebut, Kemayoran menjadi kecamatan dengan anak terbanyak, 76.949.

Sementara itu, Gambir menjadi wilayah dengan angka penduduk usia anak paling sedikit, 25.642. "Khusus untuk intervensi KLA di Jakarta Pusat kita alokasikan dana dari APBD sebesar 1,2 triliun. Jumlah tersebut untuk kelembagaan, klaster 1 hingga V dan di luar anggaran penataan kawasan," ujarnya, Selasa (6/6).

Dhany menuturkan, salah satu upaya untuk meraih KLA dengan membentuk Gugus Tugas di tingkat kota yang terbagi di delapan kecamatan dan 44 kelurahan. Sejauh ini dia telah melaksanakan kewajiban dalam pemenuhan hak?hak anak yang tercantum dalam lima klaster. Misalnya, program Informasi layak anak, Rabu Petang, hingga perpustakaan keliling dan wajib belajar 12 tahun.

"Kita selalu bersinergi dengan seluruh OPD, lembaga masyarakat, perusahaan media dan tata ruang. Dalam hal ini Forum Anak juga ikut berperan dalam seluruh kegiatan," terang Dhany. Ia berharap, anak-anak bisa terus diajakberperan aktif menyampaikan harapan serta aturan yang terfokus pada pemenuhan hak anak.

Dengan begitu, predikat Kategori Madya yang disandang Jakarta Pusat bisa naik menjadi Kategori Utama. "Kami akan terus membuat ruang-ruang bermain ramah anak di 50 RPTRA. Pemkot juga akan terus memberi akses khusus atau prioritas kepada anak dalam mendapatkan pelayanan publik," ungkapnya.

Tim Independen Evaluasi KLA 2023, Faisal Cakrabuana, mengapresiasi program wajib belajar 12 tahun yang diterapkan Pemkot Jakarta Pusat. "Hal ini terbukti dapat mengurangi jumlah anak putus sekolah," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.