Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Kerupuk Emping Melinjo Andalan Ekonomi Warga Lebak Banten

📅 Selasa, 06 Jun 2023, 06:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Kerupuk Emping Melinjo Andalan Ekonomi Warga Lebak Banten Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Awa (45), seorang pemilik Toko Najwa yang menjual aneka makanan tradisional di Jalan Sunan Bonang Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten selama liburan panjang pada pekan kemarin, kewalahan melayani permintaan kerupuk emping melinjo untuk dijadikan buah tangan atau oleh-oleh.

Lebak - Tingkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerupuk emping melinjo yang terbuat dari bahan baku buah melinjo menjadiandalan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak, Banten mulai dari petani, perajin, pemetik buah, sopir angkutan hingga pedagang pengecernya.

"Kami selama 25 tahun menggeluti usaha kerupuk emping dan sampai kini masih bertahan hingga menyerap tenaga kerja puluhan orang," kata perajin kerupuk emping melinjo "Rahayu" di Desa Sukaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak,Nining (55),Senin.

Produksi kerupuk emping melinjo dipasok ke sejumlah pedagang di Rangkasbitung, Tangerang, dan Jakarta, bahkan sebelum pandemi COVID -19 menembus pasar India.

Sejak dua tahun terakhir ini, perajin kerupuk emping melinjo kembali bangkit usai dilanda pandemi COVID-19.

Saat ini, kata dia, permintaan pasar cenderung meningkat dari sebelumnya 200 kuintal, kini bisa mencapai 500 kuintal per pekan.

Peningkatan permintaan pasar tersebut dipastikan dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Para pekerja juga kembali normal sebanyak 25 orang yang kebanyakan ibu-ibu, untuk memproduksi kerupuk emping melinjo yang dikerjakan secara tradisional.

Produksi kerupuk emping melinjo itu bisa menghasilkan sebanyak 500-600 kuintal per pekan dengan harga Rp30 juta ribu/kg, sehingga diakumulasikan menghasilkan omzet Rp30 juta-Rp36 juta.

Dari pendapatan Rp30 juta-Rp36 juta itu bisa meraup keuntungan bersih Rp5 juta setelah dipotong biaya pembelian melinjo dari petani dan upah pekerja.

Keunggulan kerupuk emping melinjo itu rasanya lebih renyah, beraroma serta melinjonya terasa sekali, juga tahan lama hingga empat bulan ke depan.

Selama ini, ujar dia lagi, kerupuk emping melinjo cukup terkenal dan banyak warga luar daerah menjadikan oleh-olehatau buah tangan dari Kabupaten Lebak.

Selain itu,kerupuk emping melinjo Rahayu yang diproduksinya memiliki sertifikasi halal yang dikeluarkan Kementerian Agama setempat.

"Kami sangat terbantu meningkatnya permintaan pasar itu bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi warga yang bisa direkrut bekerja di sini," katanya menjelaskan.

Sanukri (50), seorang perajin kerupuk emping melinjo warga Cikulur, Kabupaten Lebak mengatakan dirinya memproduksi kerupuk emping melinjo selama 20 tahun itu, sehingga bisa membantu pendapatan ekonomi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.