Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terus Bertambah, Penerima Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Capai 3,18 Juta

📅 Senin, 05 Jun 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terus Bertambah, Penerima Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Capai 3,18 Juta Doc: ANTARA/HO-Satgas Covid-19
Ket. Data harian Covid-19 dan vaksinasi.

Jakarta - Terus bertambah. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat warga Indonesia penerima vaksinasi Covid-19 dosis ke rmpat atau penguat ke dua hingga Minggu (4/6) pukul 12.00 WIB mencapai 3.186.098 jiwa.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 yang diterima di Jakarta, jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis penguat pertama atau dosis ke tiga mencapai 68.851.063 jiwa dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19, sebanyak 234.666.020 orang.

Satgas Covid-19 juga mencatat pencapaian vaksinasi dosis ke dua berjumlah 174.892.037 orang. Sedangkan dosis pertama mencapai 203.844.644 orang.

Sedangkan untuk angka kesembuhan Covid-19 bertambah sebanyak 386 orang sehingga total kesembuhan sejak Maret 2020 menjadi 6.635.068 orang.

Sementara untuk penambahan kasus harian Covid-19 adalah sebanyak 229 orang sehingga total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 mencapai 6.808.537 orang, sedangkan untuk kasus meninggal ada penambahan sembilan orang, sehingga total menjadi 161.789 orang.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI menilai bahwa pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kasus rabies di Indonesia meningkat.

"Puncaknya tahun 2022. Jadi pada tahun 2020, 2021 itu kan zaman Covid-19 semua kegiatan berhenti termasuk vaksinasi terhadap hewan peliharaan. Kemudian efektivitas vaksin yang disuntikkan kepada hewan juga sudah mulai menurun maka terjadi lonjakan yang luar biasa pada tahun 2022," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi.

Ia menyampaikan kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) pada 2020 sebanyak 82.634, dengan 40 kematian. Pada 2021, kasus GHPR sebanyak 57.257, dengan 72 kematian, dan pada 2022 terjadi sebanyak 104.229 kasus dengan 102 kematian.

"Dan 2023 sampai saat ini sudah ada lebih dari 31.000 kasus gigitan yang dilaporkan, dan ada 11 kematian," paparnya.

Imran menambahkan hingga Mei 2023 terdapat 25 provinsi yang menjadi endemis rabies, hanya delapan provinsi yang bebas penyakit rabies.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.