Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Listrik di Bangladesh Ancam Produksi Fashion Ternama Dunia

📅 Senin, 05 Jun 2023, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Krisis Listrik di Bangladesh Ancam Produksi Fashion Ternama Dunia Doc: REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Ket. Warga menyeberangi jalan di malam hari yang gelap akibat pemadaman listrik, di Dhaka, Bangladesh, 22 Mei 2022.

DHAKA - Bangladesh kini tengah mengalami pemadaman listrik yang diprediksi berlangsung hingga dua pekan ke depan, ujar menteri negara untuk urusan energi dan sumber daya mineral Nasrul Hamidkepada wartawan pada Minggu (4/6).

Pemadaman itu akibat kenaikan konsumsi listrik dampak kenaikan suhu yang menyebabkan pembangkit listrik kekurangan bahan bakar.

Bangladesh mengalami kekurangan listrik yang parah sejak April karena gelombang panas yang mengakibatkan melonjaknya permintaan listrik. Selain itu, bencana angin topan juga memutus pasokan gas alam untuk pembangkit bahan bakar.

Negara ini juga membatasi impor gas alam cair (LNG), yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik utamanya, setelah harganya menyentuh rekor tertinggi pada paruh kedua tahun 2022 dan berimbas pada mahalnya harga LNG.

"Kondisi ini mungkin akan berjalan selama dua pekan lagi," jelas Hamid.

Menurutnya, masalah ini terjadi karena pihaknya belum mampu memastikan pasokan batu bara dan gas yang memadai.

Pemadaman listrik mengancam sektor produksi pakaian jadi di Bangladesh yang menyumbang lebih dari 80 persen ekspor dan merupakan pemasok bagi jenama besar dunia seperti Walmart, Gap Inc, H&M, VF Corp, Zara, dan American Eagle Outfitters.

Turunnya nilai ekspor tersebut akan memperburuk cadangan dolar Bangladesh, yang telah anjlok hampir sepertiga dalam 12 bulan terakhir pada April sehingga telah menyentuh level terendah dalam tujuh tahun terakhir.

Kondisi ini juga membatasi kemampuan untuk membayar impor bahan bakar.

Hamid mengatakan pejabat sektor listrik negara telah bekerja untuk mencegah kekurangan bahan bakar selama dua bulan terakhir, namun konsumsi yang lebih tinggi membuat tugas lebih sulit.

Pemerintah Bangladesh juga telah memutuskan untuk menghentikan pengoperasian pembangkit listrik tenaga batu bara mulai Selasa esok karena terbatasnya bahan bakar selama beberapa hari ke depan sehingga diprediksi akan memperburuk keadaan, ujar seorang pejabat senior dari kementerian energi.

"Hanya hujan yang bisa memberi kami sedikit kelegaan karena permintaan listrik berkurang saat hujan," kata pejabat yang menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Pemadaman listrik yang sering terjadi juga menuai kritik dari partai-partai oposisi.

"Seluruh negeri hampir tidak memiliki aliran listrik. Orang-orang sakit karena cuaca yang sangat panas," kata Ruhul Kabir Rizvi, pemimpin senior oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.