Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

3 Cara Libatkan Masyarakat dalam Perlindungan Ekosistem Laut

📅 Senin, 05 Jun 2023, 11:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
3 Cara Libatkan Masyarakat dalam Perlindungan Ekosistem Laut Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Masyarakat dilibatkan sebagai aktor utama pengelolaan ekosistem laut.

Lucentezza Napitupulu, Universitas Indonesia

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia telah berupaya melindungi sumber daya kelautannya. Misalnya, ada sekitar 23,14 juta hektare wilayah laut yang berstatus kawasan konservasi laut atau marine protected areas (MPA).

Kawasan konservasi laut merupakan area yang dilindungi untuk tujuan pelestarian sumber daya laut. Sebagian besar area ini - 156 kawasan - dikelola oleh pemerintah kabupaten atau kota.

Indonesia berambisi memperluas kawasan konservasi laut hingga 32,5 juta hektare pada 2030. Angka ini setara dengan 10% dari total luas wilayah perairan Indonesia.

Sayangnya, pengelolaan ataupun perencanaan kawasan konservasi sejauh ini masih kurang melibatkan komunitas ataupun masyarakat setempat.

Walaupun kawasan konservasi terus meluas, rumah tangga nelayan di Indonesia masih tergolong masyarakat paling miskin. Statistik bahkan mengindikasikan semakin sedikit orang-orang yang bertahan di sektor perikanan tangkap skala kecil.

Indonesia perlu memperbaiki perencanaan dan pengelolaan kawasan konservasi laut untuk memastikan pelibatan masyarakat pesisir.

Laporan terbaru yang turut saya tulis berjudul "Trends in Marine Resources and Fisheries Management in Indonesia: A Review", dan diterbitkan World Resources Institute Indonesia, menggarisbawahi tiga upaya untuk menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pengelolaan ekosistem laut.

Lindungi ekosistem penting

Kawasan konservasi laut dapat memastikan produksi pangan laut berkelanjutan untuk menopang kehidupan ataupun sumber nafkah masyarakat pesisir.

Untuk memastikan hal tersebut, Indonesia harus memasukkan ekosistem esensial seperti mangrove, lamun, ataupun terumbu karang dalam perencanaan konservasi lautnya.

Sayangnya, penelitian menyebutkan kurang dari 20% kawasan konservasi laut Indonesia yang melindungi ekosistem penting tersebut.

Situasi ini berbahaya. Contohnya, banyak ekosistem mangrove yang tidak dilindungi di Pulau Jawa mengalami kerusakan akibat perambahan selama bertahun-tahun.

Risikonya bagi warga pesisir juga tidak kecil. Riset terbaru memperkirakan setiap tambahan 1% kehilangan mangrove bisa mengurangi 5,3-9,3% pendapatan tahunan rumah tangga pesisir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.