Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tata Niaga Kedelai Rugikan Petani

📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 07:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tata Niaga Kedelai Rugikan Petani Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pengembangan kedelai di dalam negeri tak boleh hanya terbatas di acara seremonial semata, tetapi juga harus punya peta jalan atau roadmap jelas dan terukur. Pemerintah juga harus membatasi impor kedelai yang saat ini unregulated atau tidak diatur.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPW), Dwi Andreas Santosa, mengatakan harga kedelai dalam negeri tetap akan sulit bersaing barang komoditas impor jika pemerintah tidak mencabut Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 133/PMK.011/2013. Permen yang ditandatangani Menkeu pada 3 Oktober 2013 berisi tentang tarif nol persen untuk impor kedelai.

"Saat ini, dua komoditas yang unregulated (tidak diatur) yakni kedelai dan gandum. Akibatnya, petani dalam negeri tidak mau menanam kedelai karena harganya pasti kalah dengan kedelai impor," kata Dwi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (2/6).

Harga kedelai impor sampai di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta mencapai 9.900 rupiah per kilogram (kg). Dengan adanya tren penurunan harga kedelai global maka harga kedelai impor bisa turun lagi ke 7.700 rupiah atau bahkan bisa 6.700 rupiah per kg.

Menurutnya, harga tersebut berbanding terbalik dengan produksi lokal. Biaya produksi kedelai lokal sudah tinggi, yakni 10-13 ribu rupiah per kg jika petani menanam di lahan yang disewa, sementara 8-10 ribu rupiah kalau menanam di lahan sendiri.

"Solusinya tidak cukup dengan mendorong produksi, tetapi harus mengenakan tarif untuk impor kedelai," ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung, Jumat (2/6), menghadiri acara "Gerakan Tanam Bersama Kedelai" di Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Mendag Zulkifli mengungkapkan kerja sama, kolaborasi, dan keberpihakan kepada petani menjadi kunci dalam memajukan petani Indonesia. Untuk itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan), serta pemda bersinergi dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut Mendag, petani Indonesia rajin dan pekerja keras. Untuk itu, pemerintah akan merumuskan agar kedelai petani dapat dibeli dengan harga yang menguntungkan. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyediakan bibit kedelai unggul agar hasilnya banyak.

Gairahkan Pertanian

Pada kesempatan sama, Menteri Syahrul mengungkapkan pemerintah pusat dan daerah secara bertahap menggairahkan pertanian kedelai di Indonesia. Ini untuk mengurangi ketergantungan kedelai impor. "Pemerintah bersama Komisi IV dan Gubernur Lampung harus menjadi bagian dari energi negara ini untuk kepentingan kedelai kedelai kita," tandas Mentan.

Dia mengatakan, selama ini kebutuhan kedelai dipenuhi dari luar negeri karena harus diakui harga kedelai impor lebih murah. "Petani lebih memilih menanam jagung karena per hektare jagung menghasilkan 5, 6 sampai 7 ton, kalau kedelai, 2 sampai 2,5 ton per hektare. Namun apa pun alasannya, ketergantungan itu tidak boleh dilakukan terus-menerus," ujarnya

Adapun Gubernur Lampung menuturkan tempe dan tahu merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia. Ironisnya, bahan bakunya, kedelai, sebagian besar masih diimpor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.