Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Kritik PBB yang Terlalu Mencampuri Urusan Dalam Negerinya

📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 09:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korut Kritik PBB yang Terlalu Mencampuri Urusan Dalam Negerinya Doc: KCNA via AP
Ket. Peluncuran rudal yang diklaim Korea Utara hipersonik baru dari Toyang-ri pada 2021 lalu.

ANKARA - Korea Utara pada Jumat (2/6) memprotes pernyataan Sekjen PBB Antonio Guterres yang mengecam kegagalan peluncuran satelit mata-mata militer Pyongyang.

Pyongyang menyebut pernyataan Guterres sebagai "tindakan yang sangat tidak adil dan tidak seimbang dalam mencampuri urusan dalam negerinya."

Direktur Jenderal Departemen Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Jo Chol Su, dalam sebuah pernyataan, menyebut pernyataan Sekjen PBB itu sebagai "perilaku yang tidak seimbang dan berprasangka."

"Saya dengan tegas memprotes pernyataan Sekretaris Jenderal PBB yang mengecam peluncuran satelit pengintaian militer DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea)," kata Jo, menurut laporan media pemerintah KCNA.

Jo juga menyatakan mengutuk dan mengecam tindakan Guterres yang dinilai tidak pantas karena melanggar hak kedaulatan yang sah dari negara anggota PBB.

Jo menambahkan bahwa negaranya meluncurkan satelit pengintaian militer sebagai tanggapan yang sah dan masuk akal terhadap ancaman militer dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

"Tidak ada yang berhak mempermasalahkan ini, meskipun dia adalah Sekjen PBB," katanya.

Pada Rabu (31/5), Korea Utara meluncurkan roket pembawa satelit tipe baru, yakni "Chollima-1". Namun, peluncuran itu gagal setelah roket yang membawa satelit itu jatuh ke Laut Barat Korea.

Langkah Pyongyang itu dikecam oleh AS, Korea Selatan, Jepang, dan Australia sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Guterres mengutuk keras peluncuran satelit militer tersebut, dengan mengatakan bahwa "peluncuran apa pun yang menggunakan teknologi rudal balistik bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan yang berlaku," menurut juru bicaranya Stephane Dujarric.

Sekjen PBB menegaskan kembali seruannya kepada Korea Utara untuk menghentikan tindakan semacam itu, dan segera melanjutkan dialog untuk mencapai tujuan perdamaian yang berkelanjutan.

Dia juga menyerukan penghapusan penggunaan dan pengoperasian senjata nuklir di kawasan Semenanjung Korea.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.