Ratusan Pemuda di Surabaya Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila
📅 Kamis, 01 Jun 2023, 19:26 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Pemuda Surabaya
SURABAYA - Ratusan pemuda dari berbagai kalangan menggelar upacara Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2023 dengan mengusung tema "Menjalin Sinergi Kebhinnekaan Dalam Bingkai Pancasila" di Bulak, Kota Surabaya Jawa Timur, Kamis.
"Pancasila adalah dasar negara kita yang tak tergantikan dalam bentuk apapun. Pancasila adalah ideologi bangsa kita," kata tokoh pemuda sekaligus anggota DPRD Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am saat memimpin upacara.
Upacara tersebut dihadiri oleh Karang Taruna, pelajar dan mahasiswa, Pemuda Bulak, Pokdarwis Bulak, tokoh masyarakat, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ansor, Fatayat, Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah.
Menurut dia, upacara Hari Lahir Pancasila ini sekaligus mengapresiasi upacara-upacara yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga baik pendidikan maupun lembaga masyarakat lainnya, termasuk partai-partai dalam rangka mempertahankan ideologi bangsa Indonesia.
Ghoni menyatakan dirinya merasa miris atas hasil survei yang dirilis oleh Setara Institut bahwa 83,3 persen pelajar SMA di lima kota yang menyebutkan kurang memahami Pancasila sebagai sumber hukum yang perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika itu terjadi maka robohlah negara Republik Indonesia ini," ujarnya.
Ia menyatakan, berkat adanya Pancasila ini nilai-nilai inklusif, toleransi dan gotong royong yang ada menjadi suatu berkah penuntun keberagaman yang dapat dirajut menjadi identitas nasional yakni Bhinneka Tunggal Ika.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Bulak Muhammad Amirul Mukminin mengatakan upacara hari ini adalah untuk memperingati lahirnya Pancasila.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pancasila sebagai dasar negara mulai dari penjajahan sampai hari ini, Alhamdulillah, kami dengan semangat kebhinnekaan dengan semangat keberagaman itu masih bisa bersatu," ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini bisa menjalin sinergibersama baik dalam kehidupan bernegara, beragama, maupun kehidupan bermasyarakat. Untuk itu peserta upacara juga dari organisasi kepemudaan dan berbagai elemen masyarakat.
"Bung Karno mengatakan bahwasanya pemuda itu adalah agen dari perjuangan, agen perubahan dari negara atau bahkan bangsa Indonesia. Oleh karena itu kita undang tonggak-tonggaknya dulu sebagai agen untuk untuk perubahan itu," urai Amirul.
Menurutnya, materi pembelajaran Pancasila sangat penting untuk diajarkan. Amirul Mukminin menegaskan mulai di di tingkat sekolah dasar hingga SMA, bahkan di perguruan tinggi.
"Bahwasanya nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong dan semangat bekerja sama untuk membangun sebuah bangsa. Pancasila mampu membentengi ancaman radikalisme dan sebagainya. Kita boleh berbeda tetapi harus tetap satu semangatnya yakni NKRI harga mati," katanya.*
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!