Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Orang Lanjut Usia Juga Perlu Konsultasi Cegah Kekerasan

📅 Selasa, 30 Mei 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Orang Lanjut Usia Juga Perlu Konsultasi Cegah Kekerasan Doc: ISTIMEWA
Ket. Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Rizky Hamid

Tentu banyak yang mengira bahwa orang dengan usia 65 jarang melakukan kekerasan. Namun, faktanya tidak demikian. Mereka juga masih sering melakukan kekerasan. Maka dari itu, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta membuka jasa konsultasi psikologi bagi warga lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas untuk mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekitar.

"Kami telah menyediakan pusat layanan keluarga yakni adanya konselor. Para lansia yang ingin curhat apa pun terkait dengan permasalahannya akan dilayani," kata Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Rizky Hamid, dalam webinar daring bertajuk "Kekerasan atas Lansia, Apakah Kita Salah Satu Pelakunya?" di Jakarta, Senin (29/5).

Rizky menuturkan, bagi para lansia yang membutuhkan konselor untuk berkeluh kesah mengenai permasalahannya bisa mengakses laman https://puspa.jakarta.go.id/. Layanan Puspa di antaranya Informasi Keluarga, Tele Konsultasi, Tim Pendamping Keluarga, Bagimu, Jakpreneur, Pusat Pembelajaran Perempuan, Kampanye Edukasi dan Lapor Tindakan Kekerasan.

"Bagi warga termasuk lansia yang ingin mengadukan kekerasan akan terhubung saluran telepon maupun chat WhatsApp melalui tombol Lapor Sekarang," katanya. Kendati demikian, dia juga menyarankan lebih baik mencegah kekerasan melalui pemberian edukasi sejak dini yang bisa dipahami keluarga maupun lansia itu sendiri.

Menurut Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sistha Atisomya, kekerasan seksual lansia salah satunya melingkupi kontak fisik tanpa persetujuannya. Kekerasan seksual lansia, misalnya, memaksa membuka baju. Kemudian, memaksa menonton aktivitas seksual. Juga penggunaan bahasa yang tidak layak dan sindiran berbau seks.

Sistha menuturkan, untuk itu lebih baik mengetahui cara identifikasi kekerasan lansia. Dengan mengamati tanda kekerasan tubuh seperti memar hingga lebam. Lebih memperhatikan pakaian yang mulai robek atau kotor. Barang pribadi rusak. Kebersihan tidak terjaga dan pemberian dosis obat.

"Meskipun lansia memiliki keterbatasan daya fisik yang rentan mendapat kekerasan, penting peran keluarga sebagai pemberi perhatian," katanya. Menurut data Dinas PPAPP, jumlah lansia Jakarta kurang lebih 900 ribu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.