Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Ungkap Siklus Menstruasi Berisiko Tinggi Alami Serangan Jantung

📅 Senin, 29 Mei 2023, 10:15 WIB | Oleh:
Studi Ungkap Siklus Menstruasi Berisiko Tinggi Alami Serangan Jantung Doc: Forbes
Ket. Ilustrasi

Tak hanya pria, wanita juga harus mewaspadai serangan jantung. Sebab, wanita juga berisiko terkena serangan jantung, terutama yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of The American Heart mengungkapkan, wanita yang memiliki siklus menstruasi atau panjang siklus yang relatif pendek lebih rentan terhadap penyakit kardiovaskular.

Wanita dengan siklus menstruasi yang lebih pendek dari panjang rata-rata 21 hari, dan siklus yang lebih panjang dari panjang rata-rata 35 hari lebih rentan terhadap fibrilasi atrium, atau detak jantung tidak teratur.

Fluktuasi hormon selama siklus menstruasi dianggap berperan dalam meningkatkan risiko pengembangan aritmia, atau detak jantung tidak teratur sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung seperti resistensi insulin, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, peradangan kronis, dan sindrom ovarium polikistik.

"Panjang siklus menstruasi dikaitkan dengan peningkatan risiko fibrilasi atrium tetapi tidak dengan infark miokard, gagal jantung, dan stroke, dan siklus yang lebih pendek dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan infark miokard atau serangan jantung," tulis para peneliti, dikutip dari Medical Daily, Senin (29/5).

Kepala dokter dan profesor di Nanfang Hospital of Southern Medical University di Tiongkok, Huijie Zhang menyatakan penelitian ini berfungsi sebagai petunjuk bahwa sudah waktunya untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya siklus menstruasi yang tidak teratur selama masa reproduksi seseorang.

"Wanita dengan disfungsi siklus menstruasi dapat mengalami konsekuensi kesehatan kardiovaskular yang merugikan," ucapnya.

Perkiraan total persentase global wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur adalah sekitar 14-25 persen, menurut US National Institutes of Health.

Dalam penelitian di Inggris dengan responden 58.056 menemukan wanita dengan siklus menstruasi teratur memiliki tingkat perkembangan penyakit kardiovaskular sebesar 2,5 persen, sedangkan wanita dengan siklus tidak teratur atau tidak menstruasi memiliki tingkat yang lebih tinggi sebesar 3,4 persen.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana panjang dan keteraturan siklus menstruasi dapat mempengaruhi kesehatan jantung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.