Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ingin Jadi Mediator Konflik Rusia-Ukraina, Presiden Brazil Tolak Undangan Putin

📅 Sabtu, 27 Mei 2023, 10:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ingin Jadi Mediator Konflik Rusia-Ukraina, Presiden Brazil Tolak Undangan Putin Doc: ANTARA/REUTERS/Juan Medina
Ket. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memberi isyarat ketika dia tiba untuk menghadiri pertemuan bisnis, di Casa de America, di Madrid, Spanyol 25 April 2023.

MEXICO CITY - Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, Jumat (26/5), menyatakan bahwa ia menolak undangan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri Forum Ekonomi Internasional di St. Petersburg pada Juni mendatang.

Dia menegaskan kembali minatnya untuk menengahi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Di media sosial Twitter, Lula mengatakan bahwa dia melakukan percakapan telepon dengan Presiden Putin.

"Saya telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon. Saya mengucapkan terima kasih padanya atas undangan untuk datang ke Forum Ekonomi Internasional di St. Petersburg dan menjawab bahwa saya tidak bisa pergi ke Rusia saat ini, tetapi menegaskan kembali kesediaan Brazil, bersama dengan India, Indonesia, dan Tiongkok, untuk berbicara dengan kedua pihak yang berkonflik untuk mencapai perdamaian," tulis Lula.

Pemimpin Brazil tersebut muncul sebagai tokoh terkemuka di panggung internasional, secara aktif mengadvokasi penyelesaian damai atas konflik kedua negara.

Sementara Lula secara terbuka mengecam pendudukan Putin di wilayah Ukraina, dia telah menjelaskan bahwa dia menahan diri dari keterlibatan langsung dalam konflik tersebut, termasuk menolak penyediaan senjata dan sumber daya militer apa pun kepada militer Ukraina.

Sebaliknya, dia menganjurkan pembentukan aliansi internasional mirip dengan kelompok G20, dengan tujuan memfasilitasi pembicaraan damai antara negara-negara yang bertikai.

Pekan lalu, Lula berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 yang diadakan di Hiroshima, Jepang. Presiden Brazil tersebut telah berencana bertemu dengan Volodymyr Zelenskyy untuk membahas upaya damai di Eropa Timur. Namun, pertemuan Zelenskyy dan Lula tidak terwujud.

"Hanya mungkin membahas perdamaian saat Zelenskyy dan Putin ingin membahas perdamaian. TIdak mungkin untuk membuat usulan dalam perang. Yang kami inginkan pertama adalah perang berhenti, serangan berhenti, dan kami mencoba berdialog untuk menemukan jalan keluar yang dinegosiasikan untuk Ukraina dan untuk Rusia," kata Lula dalam konferensi pers.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.