Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog Serap 500 Ribu Ton Beras dari Petani Lokal

📅 Sabtu, 27 Mei 2023, 01:23 WIB | Oleh:
Bulog Serap 500 Ribu Ton Beras dari Petani Lokal Doc: ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN
Ket. Pekerja mengangkut beras di gudang Bulog Kota Serang, Banten, beberapa waktu lalu. Perum Bulog mengeklaim telah menyerap 500 ribu ton beras dari petani lokal di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen mengamankan harga gabah selama periode sejak awal tahun hingga pekan ketiga Mei 2023..

JAKARTA - Perum Bulog mengeklaim telah menyerap 500 ribu ton beras dari petani lokal di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen mengamankan harga gabah pada tingkatan akar rumput, selama periode sejak awal tahun hingga pekan ketiga Mei 2023.

"Realisasi penyerapan ini sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya," kata Sekretaris Bulog, Awaludin Iqbal, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (25/5).

Seperti dikutip dari Antara, Awaludin menuturkan serapan beras dari petani lokal pada periode yang sama tahun lalu tercatat berjumlah 400 ribu ton.

Selain untuk memupuk stok sebagai cadangan beras pemerintah, kata Awaludin, kegiatan penyerapan beras maupun gabah petani lokal juga menggerakkan perekonomian di tingkat petani.

Penyerapan itu juga berdampak pada stabilisasi harga di tingkat petani. Stok cadangan beras pemerintah digunakan untuk penyaluran bantuan pangan, penyaluran operasi pasar serta kebutuhan penyaluran lainnya.

Bulog memiliki kapasitas gudang penyimpanan hingga mencapai empat juta ton. Dengan demikian, gudang masih tersedia ruang untuk menyimpan gabah maupun beras dari hasil penyerapan di tingkat petani.

"Kami memiliki 1.682 unit gudang dengan kapasitas empat juta ton yang tersebar di seluruh Indonesia sampai dengan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," papar Awaludin.

Terus Bertambah

Bulog, tambah dia, sangat siap untuk menyerap produksi petani dalam negeri di seluruh wilayah Nusantara yang realisasinya tentu akan terus bertambah ke depan.

Lebih lanjut, dia menyampaikan penyerapan beras dalam negeri tersebut, lalu ditambah realisasi impor yang sudah tiba sebanyak 350 ribu ton, maka jumlah cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang-gudang Bulog kini mencapai 560 ribu ton.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Jan Samuel Maringka, meminta Bulog terus melakukan penyerapan terhadap beras milik petani untuk meningkatkan ketersediaan pangan, apalagi saat ini masih panen raya.

"Daya serap Bulog harus ditingkatkan karena sampai saat ini masih menjadi problem," kata Jan Maringka.

Ia mengatakan saat ini petani sedang panen raya, meskipun ada beberapa daerah lainnya telah memasuki masa tanam kedua, dan ini menunjukkan produksi padi atau beras sedang baik. Ketika masa panen seperti ini, seharusnya Bulog terus melakukan penyerapan beras petani agar bisa mencukupi ketahanan pangan dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.