Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IEA: Untuk Pertama Kali Investasi Tenaga Surya Ungguli BBM

📅 Jumat, 26 Mei 2023, 01:03 WIB | Oleh:
IEA: Untuk Pertama Kali Investasi Tenaga Surya Ungguli BBM Doc: AFP
Ket. Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol

PARIS - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA), pada Kamis (25/5), melaporkan investasi tenaga surya diperkirakan melampaui bahan bakar minyak untuk pertama kalinya pada 2023 karena pengeluaran energi bersih melebihi untuk bahan bakar fosil.

Dikutip dari The Straits Times, sementara itu, IEA memperingatkan bahwa investasi dalam bahan bakar fosil meningkat ketika seharusnya jatuh dengan cepat untuk mencapai emisi net-zero pada 2050.

"Energi bersih bergerak cepat, lebih cepat dari yang disadari banyak orang," kata Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, dalam sebuah pernyataan yang menyertai perilisan laporan terbaru lembaga tersebut tentang investasi energi.

"Hal ini terlihat jelas dalam tren investasi, di mana teknologi bersih menjauh dari bahan bakar fosil," tambahnya.

Menurut IEA, investasi tahunan dalam energi bersih diperkirakan meningkat sebesar 24 persen dari tahun 2021 menjadi lebih dari 1,7 triliun dollar AS pada 2023. Keuntungan untuk bahan bakar fosil adalah 15 persen selama periode yang sama.

Investasi dalam energi bersih dan bahan bakar fosil sama dengan lima tahun lalu. Tetapi kombinasi faktor-faktor, khususnya harga minyak dan gas yang tinggi serta kekhawatiran tentang persediaan, telah menyebabkan lonjakan pengeluaran untuk energi terbarukan.

"Salah satu contoh cemerlang adalah investasi di bidang tenaga surya, yang akan mengambil alih jumlah investasi yang masuk ke dalam produksi minyak untuk pertama kalinya," kata Birol.

IEA memperkirakan investasi dalam tenaga surya, yang pada dasarnya panel fotovoltaik, mencapai 380 miliar dollar AS pada 2023, sementara investasi dalam eksplorasi dan ekstraksi minyak akan mencapai 370 miliar dollar AS.

"Ini memahkotai tenaga surya sebagai kekuatan superenergi sejati," kata Dave Jones, kepala wawasan data di wadah pemikir energi Ember.

Harga Rendah

Rendahnya harga pembangkit tenaga surya akan membantu mendorong upaya dekarbonisasi saat adopsi mobil listrik semakin cepat.

Tetapi, rebound dalam investasi minyak dan gas, yang diperkirakan akan kembali ke level 2019 pada 2023, membuat industri ini semakin jauh dari lintasan net-zero 2050 IEA.

IEA mengatakan secara keseluruhan investasi bahan bakar fosil tahun 2023 diperkirakan akan lebih dari dua kali lipat jumlah yang harus dikeluarkan sektor ini pada tahun 2030. Untuk batu bara, jumlahnya bisa mencapai enam kali lipat.

IEA juga mencatat investasi energi bersih terkonsentrasi di negara-negara maju dan Tiongkok, sedangkan peningkatan investasi bahan bakar fosil terbesar berada di negara-negara Timur Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.