Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Negara Maritim, tapi Kekurangan Peneliti Laut Dalam

📅 Selasa, 23 Mei 2023, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dua dekade kemudian, tidak banyak yang berbeda. Dalam diskusi kelompok terpumpun terkait pengembangan kurikulum pendidikan doktor Ilmu Kelautan pada universitas yang sama awal Mei 2023 misalnya, saya mengamati bahwa tidak satupun mata kuliah dalam kurikulumnya yang secara eksplisit menyebutkan mengenai laut dalam.

Kondisi ini memprihatinkan. Pendidikan doktoral semestinya menjadi ujung tombak untuk menghasilkan kebaruan ilmu laut dalam. Apalagi, sebagai wilayah yang masih jarang dipelajari, laut dalam berpotensi menghasilkan banyak ilmu pengetahuan baru yang relevan bagi kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di Maluku.

Peluang pelatihan bagi peneliti dan mahasiswa muda Indonesia, baik lokal maupun di luar negeri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas riset laut dalam, seperti misalnya yang dilakukan dalam program Deep Ocean Early Career Researchers. Skema bimbingan dari akademikus yang lebih berpengalaman (mentorship) juga penting untuk menginspirasi generasi selanjutnya dalam menekuni penelitian laut dalam.

2. Kolaborasi penelitian

Kolaborasi riset, terutama dengan pihak luar negeri sangat berguna dalam meningkatkan kapasitas peneliti agar terjadi interaksi dan transfer ilmu pengetahuan terkait laut dalam.

Ada setidaknya dua kolaborasi riset dengan pihak luar negeri terkait laut dalam yang sudah dilakukan dalam setidaknya lima tahun belakangan. Contoh pertama adalah TRIUMPH (Transport Indonesian seas, upwelling, and mixing physics) (2017-2022). Kegiatan ini merupakan kolaborasi PPLD LIPI, First Institute of Oceanography of China, dan University of Maryland Amerika Serikat.

TRIUMPH berfokus pada fisika kelautan, terutama pada proses-proses pengangkutan, pengangkatan (upwelling), dan percampuran (mixing) massa air laut. Pemahaman proses-proses ini berdampak pada pengambilan keputusan tentang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, pengelolaan sumber daya perikanan, prakiraan cuaca, dan manajemen bencana.

Kolaborasi kedua adalah proyek SJADES (South Java Deep-Sea Biodiversity Expedition), ekspedisi bersama antara Indonesia dan Singapura pada tahun 2018 di perairan selatan Jawa dan berfokus pada keanekaragaman hayati laut dalam.

Ekspedisi ini menghasilkan temuan-temuan spesies baru laut dalam yang dipublikasikan di Raffles Bulletin of Zoology pada 2021.

3. Menjangkau anak muda

Solusi lainnya adalah dengan menjangkau generasi muda melalui berbagai media: dari seni, media sosial, hingga buku. Konten ini harus disajikan dalam bahasa dan gambar yang mudah dipahami.

Pengenalan ini penting agar mereka mengetahui keberadaan dan potensi laut dalam sedini mungkin. Harapannya, mereka tertarik untuk mempelajari lebih dalam terkait laut dalam.

Sebagai contoh, sebuah kanal edukasi Kok Bisa pernah membahas mengenai misteri apa saja yang ada di laut dalam. Sejak ditayangkan pada enam tahun lalu, video tersebut sudah ditonton sebanyak 3,9 juta kali. Angka tersebut seharusnya bisa menjadi indikator keingintahuan publik mengenai laut dalam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.