Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harus Gerak Cepat, Pengungsi Rohingnya di Bangladesh Butuh Bantuan Akibat Topan Mocha

📅 Kamis, 18 Mei 2023, 13:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harus Gerak Cepat, Pengungsi Rohingnya di Bangladesh Butuh Bantuan Akibat Topan Mocha Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Foto yang diambil pada Senin (15/3/2023) ini memperlihatkan kerusakan akibat Topan Mocha di Sittwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Jenewa - Harus gerak cepat. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan sekitar satu juta pengungsi Rohingya di Bangladesh membutuhkan bantuan internasional karena terdampak Topan Mocha dan mungkin diperparah dengan musim hujan yang semakin dekat.

"Jadi di satu sisi, saya ingin mengatakan bahwa bahaya topan ini telah berlalu, tetapi musim topan terus berlanjut dan musim hujan akan segera tiba," kata Wakil Kepala Misi IOM di Bangladesh Nihan Erdogan kepada Anadolu.

"Jadi, bahaya dari alam belum berlalu," ujar dia, menambahkan.

Erdogan mengatakan musim hujan akan berdampak buruk pada tanah di kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh, karena bisa memicu tanah longsor dan banjir.

Warga Rohingya telah bertahun-tahun mengungsi di Bangladesh dan tinggal di bangunan-bangunan rentan yang terbuat dari bambu dan terpal.

"Saya berada di kamp kemarin. Saya sedang memeriksa beberapa tempat penampungan yang rusak. Dan tepat ketika saya di sana, kami mengalami tanah longsor," kata Erdogan.

Erdogan mengatakan badan-badan kemanusiaan di negara itu bekerja sama erat dengan Pemerintah Bangladesh.

"Kami membutuhkan dukungan masyarakat internasional untuk menyediakan dana yang sangat dibutuhkan karena rencana respons bersama 2023, yang merupakan rencana utama yang kita semua kerjakan, saat ini kekurangan dana. " kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa dana bantuan yang terkumpul sejauh ini hanya sekitar 16-17 persen dari total kebutuhan.

"Itu angka yang sangat rendah mengingat 1 juta orang (di kamp) semuanya bergantung pada bantuan kemanusiaan. Jadi, angka itu perlu ditingkatkan secara signifikan," ujar Erdogan.

Pada Minggu (14/5), Topan Mocha yang menerjang pantai di antara Cox's Bazar dan wilayah Kyaukpyu di Myanmar dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang di kedua negara.

Erdogan mencatat bahwa menurut informasi yang mereka terima dari berbagai fasilitas kesehatan, ada beberapa orang yang terluka tetapi tidak ada kematian yang dilaporkan di dalam kamp pengungsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.