Hujan di Gunung Karangetang, Warga Sekitar Diminta Waspada
📅 Selasa, 16 Mei 2023, 09:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antara
KEPULAUAN SITARO - Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengajak warga mewaspadai luncuran material vulkanik Gunung Karangetang saat cuaca hujan.
"Hal ini penting disampaikan kepada masyarakat karena ada beberapa sungai atau kali yang memang hulunya dari puncak Karangetang," sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sitaro, Sonny Belseran di Manado, Selasa (16/5).
Meskipun hujan tidak secara intensif mengguyur wilayah Kepulauan Siau, namun di waktu-waktu tertentu intensitasnya sedang hingga lebat dengan durasi di atas 30 menit.
"Situasi seperti ini harus diwaspadai karena cukup berbahaya meruntuhkan atau membawa material yang berada di puncak meluncur melalui kali atau sungai yang di sekitarnya ada permukiman," harap Sonny.
BPBD Sitaro kata dia, terus membangun komunikasi dengan personel Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang apabila terjadi potensi ancaman guguran material vulkanik di puncak Karangetang.
"Intinya kami tetap mengharapkan kewaspadaan dari masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau kali yang hulunya berasal dari puncak," harap Sonny lagi.
Berdasarkan laporan pengamatan Pos Gunung Api Karangetang hingga Senin (15/5) pukul 24.00 WITA, asap kawah tidak teramati serta terdengar bunyi guguran lava lemah sampai kuat.
Pada periode tersebut terekam tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo 10-20 milimeter dengan durasi 50-81 detik, satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 10 milimeter, durasi lima detik.
Terekam juga empat kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 20-45 milimeter, S-P: 0.5-1 detik dengan durasi 10-15 detik, satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 20 milimeter, S-P: lima detik selama 15 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-20 milimeter, S-P: 15-21 detik selama 50-63 detik.
"Gempa guguran kembali terekam, sementara status Gunung Karangetang waspada level II," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!