Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dituding Tunduk pada Tiongkok, Kremlin Kecam Pernyataan Presiden Prancis

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 15:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dituding Tunduk pada Tiongkok, Kremlin Kecam Pernyataan Presiden Prancis Doc: Antara/Xinhua
Ket. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (19/8/2022) mengadakan pembicaraan via sambungan telepon untuk membahas situasi di Ukraina.

MOSKOW - Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam tudingan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Rusia tunduk pada Tiongkok.

Menurut dia, hubungan Rusia dengan Tiongkok adalah sebagai mitra strategis dan tidak ada ketergantungan antara satu sama lain.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan Paris telah terpaku pada penguatan hubungan Moskow dengan Beijing, serta adanya perubahan tatanan dunia.

Menurut dia, Barat tampak takut terhadap pembentukan sistem hubungan internasional yang benar-benar multilateral--dengan beberapa poros terpisah terutama Rusia dan Tiongkok.

"Dalam lanskap dunia yang berkembang ini, tidak dapat dihindari bahwa E. Macron, bersama dengan para pemimpin lainnya di Barat harus menyesuaikan diri dengan realitas hubungan yang kuat, adil, dan saling menghormati antara Moskow dan Beijing," tulis Grushko dalam sebuah pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kecaman dari Rusia dipicu oleh pernyataan Macron dalam wawancara dengan harian Prancis l'Opinion, di mana dia mengancam untuk mengisolasi Kremlin karena invasinya ke Ukraina lebih dari 14 bulan lalu.

Macron menyebut bahwa Rusia secara de facto telah tunduk kepada Tiongkok dan kehilangan akses ke kawasan Baltik yang sangat penting, dengan memicu keputusan Swedia dan Finlandia untuk bergabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Pernyataan tersebut tampaknya merujuk pada pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Moskow pada Maret lalu, di mana keduanya mengatakan akan memperdalam kemitraan strategis dengan memasuki era baru hubungan bilateral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.