Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terlalu Banyak Danai 'Startup', Kerugian Softbank Membengkak

📅 Sabtu, 13 Mei 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Terlalu Banyak Danai 'Startup', Kerugian Softbank Membengkak Doc: ISTIMEWA
Ket. Kepala Keuangan, Yoshimitsu Goto

LONDON - Softbank Vision Fund baru-baru ini dilaporkan mengalami kerugian hingga 32 miliar dolar AS pada tahun keuangan yang berakhir Maret, akibat raksasa investasi global Jepang ini paling produktif pada perusahaan rintisan (startup) teknologi. Kerugian terjadi karena startup terus mengalami koreksi valuasi di seluruh portofolio perusahaan teknologi swasta dan publik, di tengah melemahnya ekonomi global.

Dilaporkan oleh Tech Crunch (TC), kerugian Softbank Vision Fund melonjak sekitar 70 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perusahaan melaporkan kerugian 19 miliar dolar AS di unit Vision Fund. Kerugian bahkan terjadi ketika Softbank mengambil sikap sangat berhati-hati dalam menyebarkan modal baru ke perusahaan rintisan dalam beberapa kuartal terakhir.

Di antara kerugian tersebut, konglomerat Jepang tersebut mengatakan Vision Fund 1 membuat kerugian yang belum direalisasi masing-masing sebesar 1,6 miliar dolar AS di SenseTime Group dan GoTo dan hampir 800 juta dolar AS di DoorDash.

Nilai wajar portofolio Softbank diturunkan selama kuartal tersebut sebesar 2,3 miliar dolar AS menjadi 138 miliar dolar AS.

"Untuk perusahaan portofolio swasta, nilai wajar menurun dalam berbagai investasi, terutama mencerminkan penurunan harga perusahaan berkinerja lemah dan penurunan harga saham di antara perusahaan pasar yang sebanding," kata Softbank Group dalam laporan pendapatan, Kamis (11/5).

Kepala Keuangan Softbank, Yoshimitsu Goto, mengatakan awal tahun ini bahwa perusahaan telah memasuki "mode bertahan" dan sedang mempersiapkan tiga skenario berbeda. Softbank mengantisipasi bahwa pasar dapat mulai menunjukkan pemulihan secara linier tahun ini, atau pada paruh kedua tahun ini, atau dalam skenario terburuk tersandung hingga awal 2024.

Masa Sulit "Startup'

Masa-masa penuh gejolak di Softbank Vision Fund berarti masa-masa sulit bagi banyak portofolio startup-nya, banyak di antaranya merugi. Softbank telah berperan sebagai investor dengan optimisme pertumbuhan yang tinggi untuk portofolio startup-nya, sering kali memimpin atau memimpin bersama nanti, dan seringkali putaran pembiayaan besar.

Adalah logis bahwa Softbank sekarang akan jauh lebih selektif dan bijaksana dalam berinvestasi di masa depan. Perusahaan menutup 25 kesepakatan dalam 12 bulan terakhir, dan melakukan investasi sekitar 400 juta dolar AS pada kuartal yang berakhir Maret, tetapi jika dibandingkan dengan lebih dari 40 kesepakatan pada masa kejayaannya pada tahun 2018, dengan total investasi mencapai miliaran, terkadang bahkan untuk satu startup seperti WeWork dan Grab.

Sementara itu, Yoshimitsu mencoba untuk menggambarkan stabilitas di seluruh portofolionya yang ada, memperkirakan bahwa 94 persen perusahaan di seluruh dana saat ini memiliki arus kas lebih dari 12 bulan.

Softbank Vision Fund dan Tiger Global meningkatkan kecepatan kesepakatan mereka pada tahun 2021 karena banyak investor percaya bahwa reli di pasar saham publik akan berlanjut di masa mendatang.

Invesco telah memangkas valuasi Swiggy dalam kepemilikannya menjadi 5,5 miliar dolar AS, hanya setahun setelah memimpin putaran pembiayaan di startup pengiriman makanan India yang menilai perusahaan tersebut sebesar 10,7 miliar dolar AS. Sedangkan Ola, layanan raksasa transportasi online terkemuka di India, melihat valuasinya dipangkas oleh Vanguard hingga di bawah nilai startup tahun 2019. Kedua startup tersebut adalah firma portofolio unggulan Softbank Vision Fund di India.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.