Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paus: Pasar Bebas Sebabkan Hanya Orang Kaya yang Mampu Miliki Anak

📅 Sabtu, 13 Mei 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Paus: Pasar Bebas Sebabkan Hanya Orang Kaya yang Mampu Miliki Anak Doc: FILIPPO MONTEFORTE / AFP
Ket. PM Italia Giorgia Meloni dan Paus Francis pada konferensi tentang krisis populasi yang terus meningkat di Italia, Jumat (12/5).

ROMA - Pemimpin Katolik se-Dunia, Paus Fransiskus, pada Jumat (12/5), mengatakan hanya orang kaya yang dapat membangun sebuah keluarga di Italia, memperingatkan bahwa kondisi pasar bebas yang "biadab" mempersulit kaum muda untuk memiliki anak.

Dilansir oleh The Straits Times, kelahiran di Italia turun di bawah 400 ribu pada tahun 2022 untuk pertama kalinya, mencatat penurunan tahunan ke-14 berturut-turut, dengan populasi keseluruhan menurun sebesar 179 ribu menjadi 58,85 juta.

Berbicara di sebuah konferensi tentang krisis demografis yang berkembang, Paus Fransiskus, mengatakan penurunan angka kelahiran menandakan kurangnya harapan di masa depan, dengan generasi muda terbebani oleh rasa ketidakpastian, kerapuhan, dan genting.

"Kesulitan dalam menemukan pekerjaan yang stabil, kesulitan mempertahankannya, rumah yang sangat mahal, harga sewa yang tinggi dan gaji yang tidak mencukupi adalah masalah nyata," kata Paus Fransiskus duduk di samping Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni.

"Pasar bebas, tanpa tindakan korektif yang diperlukan, menjadi biadab dan menghasilkan situasi dan ketidaksetaraan yang semakin serius," tambahnya.

Paus Fransiskus mengatakan hewan peliharaan telah menggantikan anak-anak di beberapa rumah tangga dan menceritakan bagaimana seorang wanita pada audiensi baru-baru ini membuka tasnya dan meminta restu kepausan untuk "bayinya", yang ternyata hanya seekor anjing.

"Saya kehilangan kesabaran dan memarahinya dengan mengatakan banyak anak kelaparan dan Anda membawakan saya seekor anjing," katanya.

Pilihan Sulit

Namun, dia mengakui bahwa ada "kendala yang hampir tidak dapat diatasi" pada perempuan muda yang dipaksa untuk memilih antara karier dan menjadi ibu. Mengingat tingginya biaya untuk membesarkan anak, orang merevisi prioritas mereka.

"Kita tidak dapat secara pasif menerima begitu banyak anak muda berjuang mewujudkan impian keluarga mereka dan dipaksa menurunkan standar keinginan, memilih pengganti yang biasa-biasa saja, menghasilkan uang, mengejar karier, bepergian, dengan cemburu menjaga waktu luang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.