Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebangkitan Tiongkok sebagai Negara Adidaya, Apa Dampaknya bagi Indonesia dan Dunia?

📅 Jumat, 05 Mei 2023, 12:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebangkitan Tiongkok sebagai Negara Adidaya, Apa Dampaknya bagi Indonesia dan Dunia? Doc: ABC News/AP/Nicolas Asfouri
Ket. Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Virdika Rizky Utama, University of Michigan-Shanghai Jiao Tong University Joint Institute

Belakangan ini, tampaknya Cina tengah berupaya tampil sebagai juru damai di ranah global. Ini paling terlihat dari sikap Cina dalam konflik Rusia-Ukraina, Iran-Arab Saudi dan Israel-Palestina.

Presiden Xi Jinping kerap mengumandangkan komitmen Cina untuk menciptakan perdamaian dunia, serta mengajak negara-negara lain untuk menghormati keragaman peradaban dengan menegakkan prinsip-prinsip kesetaraan, inklusivitas, dan dorongan untuk saling berdialog.

Melalui strategi ini, komunitas global bisa melihat bahwa Beijing tengah bergerak menjadi kekuatan global yang menantang tatanan dunia yang didominasi Barat, terutama Amerika Serikat (AS).

Kebangkitan Cina - dalam ekonomi, politik, dan militer - sebagai negara adidaya lamban laun diyakini akan mengubah lanskap geopolitik dunia dan menjadi kekuatan global baru.

Namun, akan ada satu dampak kritis dan penting dari perubahan lanskap ini, yakni tatanan dunia yang akan menjadi lebih multipolar, yakni ketika ada banyak negara yang kuat dan berpengaruh di dunia sehingga tidak ada yang dominan.

Hal ini tentunya akan berdampak pula pada negara-negara di Asia, terutama Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Cina berdiri di sisi berlawanan dengan AS

Sudah cukup banyak penelitian yang mengungkap bagaimana AS, terhitung sejak periode setelah Perang Dingin (1947-1991), gencar melakukan politik hegemoni (dominasi satu negara terhadap tatanan global) serta memperkuat aliansinya.

Melalui Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), misalnya, AS berusaha memperluas pengaruhnya ke negara-negara bekas Uni Soviet.

Dalam konflik Rusia-Ukraina, AS menginisiasi deretan sanksi terhadap Rusia, mulai dari individu sampai entitas, untuk menciptakan kerugian bagi ekonomi Rusia. AS secara tidak langsung telah memanfaatkan krisis Ukraina ini untuk mengobarkan perang proksi melawan Rusia.


Banyak akademisi yang menganggap intervensi AS dan NATO di Ukraina sebagai upaya untuk mengembangkan pengaruh geopolitik mereka di Eropa Timur, yang kemudian membuat Rusia terprovokasi.

Akan tetapi, intervensi AS tersebut justru malah memicu ketegangan lebih lanjut antara pihak-pihak yang terlibat. Ini bukan pertama kalinya intervensi AS berkontribusi pada perpecahan antarnegara. Hal yang sama terjadi dalam konflik Iran-Arab Saudi.

Sebagai negara adidaya, AS kerap menjustifikasi intervensinya dengan dalih kemanusiaan dan perlindungan warga sipil dan sering merasa berkewajiban untuk menjaga kestabilan dan perdamaian dunia dengan bertindak sebagai "polisi dunia".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.