Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebangkitan Tiongkok sebagai Negara Adidaya, Apa Dampaknya bagi Indonesia dan Dunia?

📅 Jumat, 05 Mei 2023, 12:11 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain itu, nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan liberalisme yang dianut AS juga sering dijadikan landasan dalam mempromosikan perubahan politik dan sosial di negara-negara lain.

Kebijakan AS ini berbeda dengan Cina yang saat ini sedang menunjukkan pendekatan diplomasi yang cenderung menentang hegemoni dan menyuarakan inklusivitas global.

Dalam konflik Rusia-Ukraina, contohnya, terlepas dari posisinya sebagai kekuatan besar yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia, Cina terus menyerukan pembicaraan damai dan menekankan pentingnya negosiasi agar krisis tidak menyebar.

Presiden Xi Jinping baru-baru ini bahkan menelepon langsung Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menegaskan bahwa Cina "selalu mengedepankan perdamaian", meskipun banyak akademisi yang meragukan langkah Xi tersebut benar-benar bisa mendorong perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Cara Cina tersebut menunjukkan bagaimana negara ini sangat hati-hati dalam berdiplomasi, dengan mengutamakan pendekatan nonintervensi dan bersikap lebih pragmatis.

Tatanan dunia baru yang lebih multipolar

AS telah lama menjadi kekuatan global yang dominan. Maka, dengan kebangkitan Cina dan kekuatan baru lainnya, seperti India dan Brasil, tatanan global akan menjadi lebih beragam, kompleks dan multipolar.

Multipolaritas adalah suatu konsep dalam hubungan internasional yang menggambarkan sistem global di mana kekuasaan dan pengaruh politik, ekonomi, dan militer didistribusikan secara merata di antara beberapa negara atau pusat kekuatan utama

Berbeda dengan sistem bipolar (dua kutub kekuasaan) atau unipolar (satu kutub kekuasaan), multipolarisme mencerminkan adanya keseimbangan dan interaksi yang lebih kompleks antara negara-negara yang berperan penting dalam urusan dunia.



Multipolarisme ini membawa implikasi positif dan negatif.

Sisi positif dari tatanan dunia yang mengarah pada keragaman dan persaingan yang lebih luas memang memberikan peluang kepada negara-negara dengan ukuran wilayah, populasi, atau ekonomi yang lebih kecil untuk menegaskan kepentingan eksistensi mereka.

Salah satu contohnya adalah Norwegia dan Selandia Baru. Norwegia aktif dalam diplomasi dan pembangunan internasional dan terkenal karena perdamaian dan kebijakan lingkungan. Sementara Selandia Baru aktif dalam agenda global untuk promosi perdamaian, keamanan, HAM, dan lingkungan.

Tatanan dunia yang multipolar juga dapat mengurangi risiko satu negara mendominasi urusan global - seperti dominasi AS saat ini - serta mendorong kerja sama yang lebih luas antara negara-negara besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Manchester United Siap Pinj...

Mourinho Terus Menata Kekuatan Madrid

47 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Mourinho Terus Menata Kekua...
Olahraga
Marc Marquez Siap Kembali k...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.