Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Manufaktur Ekspansif Ditopang Permintaan Domestik

📅 Rabu, 03 Mei 2023, 09:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Industri Manufaktur Ekspansif Ditopang Permintaan Domestik Doc: ISTIMEWA
Ket. Ilustrasi Industri Manufaktur

JAKARTA - Industri manufaktur nasional masih mencatatkan fase ekspansi, yang tercermin dari hasil survei S&P Global, dengan menunjukkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April di posisi 52,7 atau naik signfikan dibanding capaian pada Maret di level 51,9. Perbaikan kondisi bisnis ini ditopang oleh permintaan domestik yang terus menguat.

"PMI manufaktur Indonesia di atas titik netral, yakni 50,0 atau dalam tahap ekspansiyang telah dilewati selama 20 bulan berturut-turut. Kinerja baik ini terus kita jaga dan perlu ditingkatkan lagi," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (2/5).

Menperin mengemukakan kondisi ekspansi pada PMI manufaktur Indonesia tersebut sesuai hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April yang telah dirilis sebelumnya oleh Kementerian Perindustrian. IKI di bulan keempat tahun ini menembus angka 51,38.

Dengan demikian, para pelaku industri dan investor di Indonesia tetap optimistis dan percaya diri dalam menjalankan usahanya. Selain itu, mereka sangat yakin terhadap kondisi pasar yang makin baik, dengan didukung berbagai program dan kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha secara kondusif.

Agus juga mengungkapkan sektor industri di sebagian negara maju masih terkontraksi. Berdasarkan data PMI manufakturnya, skor di Jerman mencapai 44,0 poin, Prancis sebesar 45,5 poin, Inggris sekitar 46,6 poin, Korea Selatan sebesar 48,1 poin, dan Jepang di 49,5 poin. "Di tengah pelemahan PMI manufaktur sejumlah negara maju tersebut, PMI manufaktur Indonesia tetap tumbuh secara akseleratif dan impresif," imbuhnya.

Kondisi Bisnis

Sementara itu, Economics Director S&P Global Market Intelligence, Tim Moore menilai sektor industri manufaktur di Indonesia terus mendapatkan momentum baik. Kondisi bisnis ini menggambarkan permintaan domestik menguat, sehingga mendorong kenaikan tercepat pada permintaan baru dan volume produksi selama tujuh bulan.

Produsen barang tampak bersemangat tentang prospek pertumbuhan jangka pendek, dengan kepercayaan diri terhadap ekspansi ouput paling tinggi sejak bulan November. "Terlebih lagi, lapangan kerja terus berlanjut pada bulan April dan stok pembelian terakumulasi pada laju tercepat selama 16 bulan untuk mengantisipasi kenaikan jadwal produksi," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.