Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati Kembali dari Daerah Endemis Malaria, Segera ke Dokter Jika Alami Gejala Ini

📅 Kamis, 27 Apr 2023, 11:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hati-hati Kembali dari Daerah Endemis Malaria, Segera ke Dokter Jika Alami Gejala Ini Doc: ANTARA/Sakti Karuru
Ket. Petugas menunjukkan obat malaria DHP-FRIMAL di Puskesmas Kotaraja, Jayapura, Papua, Jumat (22/7/2022).

JAKARTA -Dokter Spesialis Anak drAmar Widhiani menyarankan untuk mengecek kesehatan tubuh setelah melakukan perjalanan balik dari kampung halaman, terutama dari daerah endemis malaria.

"Cek kesehatan, kenali tandanya jika baru pulang balik dari daerah endemis malaria," kata Amar dalam diskusi mengenai ciri-ciri dan penanganan malaria yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (27/4).

Amar menjelaskan ciri-ciri umum pasien yang terinfeksi malaria adalah sakit kepala dan nyeri persendian seperti terinfeksi virus.

Di daerah endemis malaria, kata dia, ciri-ciri biasanya menunjukkan gejala yang lebih parah seperti pusing yang berlebih di kepala, nyeri ulu hati, mual, muntah, bahkan diare.

"Bahkan bisa lebih berat lagi gejalanya pada bayi dan balita," kata dokter yang praktek di Rumah Sakit (RS) Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta itu.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, per Desember 2022 tercatat sebanyak 372 dari 514 kabupaten (72,4 persen) di Indonesia telah dinyatakan bebas malaria.

Namun di Indonesia bagian timur masih banyak kabupaten/kota merupakan daerah endemis tinggi dan berkontribusi lebih dari 90 persen kasus malaria yang dilaporkan secara nasional.

"Tapidi daerah seperti Jakarta atau Bekasi yang bukan daerah endemis saja masih ada pasien malaria," ujar Amar.

Amar mengungkapkan malaria bisa menyebar karena adanya nyamuk Anopheles yang terbawa oleh alat transportasi yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Pemudik yang membawa penyakit malaria dalam tubuhnya, kata dia, bisa menularkankepada pemudik lain melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terbawa

Penyakit malaria pada umumnya dapat ditangani dengan terapi konsumsi obat Dihydroartemisinin-Piperaquine (DHP) pada tiga hari pertama dan dilanjutkan dengan Primaquine selama 14 hari dengan berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

"Perhatikan lingkungan rumah dengan membersihkan lingkungan dari air yangmenggenang serta memangkas rumput hingga pendek agar nyamuk Anopheles tidak berkembang biak," kata Amar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.