Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Persatuan, TNI Harap Semua Elemen Masyarakat Tidak Terpengaruh Ajakan KKB

📅 Rabu, 26 Apr 2023, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Persatuan, TNI Harap Semua Elemen Masyarakat Tidak Terpengaruh Ajakan KKB Doc: ANTARA/HO-Pendam XVII Cenderawasih
Ket. Perkuat Persatuan, TNI Harap Semua Elemen Masyarakat Tidak Terpengaruh Ajakan

Jayapura - Perkuat persatuan, Kodam XVII/Cenderawasih mengharapkan semua elemen masyarakat tidak terpengaruh ajakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk melakukan perlawanan terhadap aparat TNI maupun Polri.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman dalam siaran pers di Jayapura, Selasa, mengatakan kini terkuak KKB tidak hanya menggunakan warga, baik perempuan maupun anak-anak dijadikan tameng, namun mengajak para pelajar SMP/SMA untuk menyerang prajurit TNI yang sedang bertugas, salah satunya saat melaksanakan pencarian Pilot Susi Air di Nduga maupun wilayah lain di Papua.

"Bukan hanya dengan provokatif di media sosial (medsos), namun mengajak secara langsung dengan mendatangi para pelajar SMP/SMA untuk menyerang aparat TNI yang sedang bertugas," katanya.

Menurut dia, hal ini sangat disesalkan sehingga tidak salah apabila warga di Kabupaten Nduga maupun Intan Jaya dan daerah lainnya mulai melakukan perlawanan kepada gerombolan tersebut karena keluarga ataupun anak-anaknya menjadi tumbal KKB.

"Kita semua harus berhati-hati dengan ajakan KKB terhadap para pelajar di mana jika ditemukan hal seperti itu maka harus dilaporkan dan jangan sampai terpengaruh," ujarnya.

Dia menjelaskan daerah yang dikuasai KKB sulit dijangkau bahkan oleh pemerintah, terutama di tingkat distrik yang menjadi basis kelompok tersebut, di mana jika dilihat peran kepala distrik maupun kepala kampung cenderung tidak berjalan.

"Seperti kejadian sesaat sebelum penyanderaan Pilot Susi Air, yakni adanya pembangunan puskesmas itu saja diganggu, sekolah-sekolah (tempat pendidikan) dibakar dengan alasan apabila ada masyarakat menjadi pintar maka tidak akan bisa dipengaruhi lagi untuk bersama-sama memberontak dengan tujuan makar atau separatis," kata Herman.

Dia menambahkan cara-cara KKB memang licik karena selalu menyerang TNI atau Polri ketika melakukan penegakan hukum sehingga setiap dihadapi untuk ditangkap selalu menggunakan mama-mama dan anak-anak yang ditampilkan di depan sebagai tameng karena beralasan aparat keamanan tidak mungkin mau berhadapan dengan perempuan dan anak.

"Terkait cara perekrutan yang dilakukan dengan mengintimidasi warga dan tidak memperbolehkan anak-anak bersekolah, bahkan justru dipaksa untuk bergabung dengan gerombolan KKB," ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.