Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Media Rusia: Tank Leopard Jerman Gagal di Ukraina

📅 Rabu, 19 Apr 2023, 05:03 WIB | Oleh:

"Tidak dapat dikesampingkan bahwa ini benar-benar dibuat-buat," tambahnya menggambarkan laporan Pravda "sangat kabur".

Pada akhir 2022, seorang pejabat senior militer Jerman dilaporkan mengatakan "pertanyaan tentang kesiapan kendaraan telah menjadi permainan lotere." Laporan telah muncul dalam beberapa hari terakhir yang mengklaim bahwa bagian menara tank Leopard, yang dioperasikan saat pelatihan olehbpasukan Ukraina di Polandia, terlepas dari sasis.

Pada akhir Februari, Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, mengatakan kepada surat kabar Spanyol La Vanguardia bahwa beberapa Leopard 2A4 yang dijanjikan telah disimpan dalam kondisi buruk di fasilitas militer di Zaragoza, timur laut Spanyol.

"Karena itu mereka membutuhkan pemulihan," kata Robles.

Pada awal April, dia mengatakan bahwa pengiriman enam tank Leopard 2 dari Madrid akan dikirim ke Ukraina pada paruh kedua bulan ini. Empat lagi diharapkan menyusul setelah perbaikan. Pengiriman awalnya diharapkan pada 9 April.

"Tren di seluruh jajaran tentara Eropa adalah memotong, memotong, memotong," kata Christian Mölling, pakar pertahanan di Dewan Hubungan Luar Negeri Jerman.

"Tapi, pada akhirnya, banyak yang berada di jalur yang sama dengan Jerman: Perang adalah hal teoretis," katanya kepada The New York Times pada akhir Februari.

"Jadi kita punya tank teoretis," ujarnya

"Ada banyak Leopard 2 tua di gudang senjata Eropa. Tapi kebanyakan dari mereka sudah berumur puluhan tahun, dan beberapa dalam kondisi buruk," tulis Forbes pada awal Februari.

Pada akhir Maret, Berlin mengkonfirmasi bahwa sumbangan 18 tank tempur utama Leopard 2A6 telah tiba di Ukraina . "Saya yakin mereka bisa melakukan sesuatu yang penting di garis depan," kata Menteri Pertahanan Federal Jerman Boris Pistorius saat itu.

Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, mengkonfirmasi bulan lalu bahwa tank tempur utama Inggris, Challenger 2, juga telah berhasil mencapai Ukraina.

"Tank Leopard yang disumbangkan oleh Polandia dikirim ke Ukraina pada akhir Februari," kata Warsawa.

Namun, Ukraina juga telah dijanjikan batch dari tank Leopard 1 sebelumnya. Kementerian pertahanan Denmark mengatakan pada 11 Maret bahwa itu akan tiba di Ukraina pada musim semi. Sedangkan Denmark, Jerman, dan Belanda berkomitmen untuk memperbarui setidaknya 100 Leopard 1, yang tidak lagi digunakan oleh angkatan bersenjata Jerman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.