Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Setelah Mudik, Jangan Bawa Pendatang

28 Selasa, 18 Apr 2023, 05:33 WIB | Oleh:
Setelah Mudik, Jangan Bawa Pendatang Setelah Mudik, Jangan Bawa Pendatang Doc: ANTARA/Walda Marison
Ket. Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (17/4).

JAKARTA - Untuk menghindari berbagai kondisi di Ibu Kota, para pemudik diimbau tidak mengajak pendatang ke Jakarta. Imbauan ini disampaikan Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, Senin (17/4).

"Apalagi membawa warga yang tidak punya keahlian dan tidak berpengalaman kerja," katanya.

Menurut Uus, Jakarta akan terus mengalami berbagai kesulitan bila jumlah penduduk bertambah, misalnya lapangan pekerjaan yang terbatas dan tempat tinggal minim. Bisa-bisa, tingkat pengangguran dan kepadatan penduduk meningkat. "Dengan tidak membawa pendatang, jumlah penduduk Jakarta akan dapat dikendalikan," ujar Uus. Jakarta Barat sendiri sekarang memiliki 2,4 juta penduduk.

Sementara itu, Kepala Terminal Kampung Rambutan, Yulza Ramadhoni, mengingatkan para pemudik untuk membeli tiket secara online ketimbang membeli langsung. Langkah ini untuk mengantisipasi kehabisan tiket di terminal. "Kalau go show dikhawatirkan tidak dapat tiket," ujarnya.

Yulza mengatakan jumlah pemudik dari Kampung Rambutan semakin meningkat. Pada hari Minggu 1.800. Jumlah itu tentu lebih banyak dari hari-hari biasa sekitar 300-400 penumpang. Tahun lalu pada H-6 lebih banyak karena mencapai 2.000. Melihat data penumpang yang semakin meningkat, Yulza mengimbau agar pemudik memastikan tiketnya sebelum ke Terminal Kampung Rambutan.

"Untuk go show kemungkinan besar tiket tinggal sedikit. Kuotanya sudah mulai habis," jelas Yulza. Untuk mengantisipasi puncak arus mudik tanggal Rabu (19/4), pengelola terminal sudah menyiapkan penambahan bus, apabila terjadi penumpukan penumpang maupun keterlambatan kedatangan bus.

Hal senada disampaikan penasihat Komunitas Kolektor Tiket Bus, Fajar Shalman. Menurutnya, dengan membeli tiket bus di agen resmi akan mengurangi risiko penipuan. Maklum, semua harus berhati-hati karena musim mudik banyak penipuan.

"Beli tiket di agen resmi supaya terhindar penipuan dan calo, apalagi menjelang Lebaran," jelas Shalman. Dia mengatakan pemesanan tiket transportasi sudah lebih mudah dengan adanya pembelian daring. Beberapa Perusahaan Otobus sudah beradaptasi dengan menyediakan opsi pembelian tiket secara daring. Walau begitu, tetap saja masih ada bus yang belum bisa membeli tiket secara daring.

"Kalau mau beli tiket secara daring, bisa gunakan layanan yang resmi seperti redbus dan Traveloka. Hati-hati kalau hanya ada nomor telepon," ujarnya. Banyak nomor telepon bus yang tersebar di internet. Belum tentu itu merupakan nomor resmi perusahaan. "Bisa saja dari penipu," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ajak Ge...
Megapolitan
Sampah Jadi Ladang Bisnis, ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.