Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Karena Kurang Inovatif dan Kalah Saing, Tupperware Terancam Bangkrut

📅 Minggu, 16 Apr 2023, 17:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dampak Wise dan penjualan Tupperware masih menjadi bahan perdebatan antara para akademisi, namun banyak yang mengakui bahwa fenomena itu memiliki peran besar dalam mengusung para perempuan masuk ke dalam lapangan pekerjaan di era pasca-perang AS.

Bahkan, penjualan Tupperware di kalangan ibu-ibu mampu menjadi sumber pendapatan bagi perempuan-perempuan di seluruh dunia.

Salah satunya adalah Allison Clarke, seorang profesor sejarah dan teori desain di University of Applied Arts, Vienna, dan penulis buku bertajuk Tupperware: The Promise of Plastic in 1950s America.

"Saya pikir warisannya adalah bagaimana (Tupperware) memberikan sumber pekerjaan bagi para perempuan yang tidak memiliki akses pada pekerjaan fleksibel," kata Clarke kepada BBC.

"Pada saat itu, awalnya itu dijual di pesta-pesta di AS. Banyak perempuan pada zaman itu yang merasa terisolir dalam kota-kota suburban di pasca-perang karena jauh dari keluarga. Pesta Tupperware mengagungkan pekerjaan rumah tangga yang membosankan, dan Anda hanya bisa membeli (Tupperware) jika Anda mengenal seseorang yang menjualnya, jadi itu bersifat eksklusif, sosial, dan tentang relasi dengan perempuan lain." ucap dia..

"Saya awalnya berpikir itu adalah konspirasi kapitalis yang eksploitatif terhadap perempuan, kemudian saya bertemu dengan semua perempuan yang memiliki kehidupan fantastis karenanya dan melihat bagaimana hal itu memberdayakan mereka."

Walau perusahaan itu selalu didominasi oleh perempuan dalam pemasarannya di lapangan, cara itu tidak selalu dicerminkan di jajaran pimpinannya. Oleh karena itu, menurut Clarke, Tupperware kesulitan untuk mempopulerkan kisah suksesnya ataupun beradaptasi dengan masa sekarang.

"Produk itu dirancang dengan cemerlang dan dibuat seakan-akan ajaib lewat cara penjualannya," tambahnya. "Namun, dalam dunia digital ini, model bisnis tatap muka itu tidak lagi relevan".

Neil Saunders, direktur pelaksana ritel di lembaga konsultan GlobalData, memiliki analisa yang sama. Ia mengatakan Tupperware "gagal beradaptasi dengan perubahan zaman" dari segi produk maupun distribusinya.

Saunders menekankan metode penjualan langsung lewat acara-acara berkumpul "tidak terhubung" dengan pelanggan muda maupun pelanggan tua.

Tak hanya itu, para konsumennya yang lebih muda cenderung memilih produk-produk yang lebih ramah lingkungan seperti menggunakan kertas beeswax atau lilin lebah yang ramah lingkungan untuk menjaga makanan tetap segar, tambahnya.

Richard Hyman, seorang analis ritel lain, mengatakan prinsip utama dari produk Tupperware "tidak sulit untuk diikuti" oleh perusahaan lain. Dengan munculnya banyak kompetitor kuat, ia sebut perusahaan itu telah "mengakhiri perjalanan dengan baik".

Perusahaan itu telah berusaha untuk membuat strateginya lebih beragam, termasuk dengan menjual produknya di perusahaan ritel AS, Target, dan perusahaan serupa lainnya di seluruh dunia. Mereka juga mengembangkan produknya dengan memproduksi jenis alat masak lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.