Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Ini Penyebabnya, Dubes Jepang Sebut Gaya Hidup Lajang Faktor Rendahnya Angka Kelahiran

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 06:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ternyata Ini Penyebabnya, Dubes Jepang Sebut Gaya Hidup Lajang Faktor Rendahnya Angka Kelahiran Doc: ANTARA/Yashinta Difa
Ket. Dubes Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji menyampaikan sambutan dalam acara buka puasa bersama para tokoh Islam Indonesia, di Jakarta, Jumat malam (14/4/2023).

Jakarta - Ternyata ini penyebabnya, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji menyebut gaya hidup melajang menjadi faktor rendahnya angka kelahiran di Negeri Sakura.

"Ini hanya tebakan saya, tetapi saya kira anak-anak muda sekarang membangun gaya hidup mereka sebagai orang lajang," kata Kanasugi ketika ditemui di sela-sela acara buka puasa bersama para tokoh Islam Indonesia, di Jakarta, Jumat malam.

Dengan menikmati gaya hidup tersebut, menurut dia, anak muda Jepang tidak perlu merasa terbebani dengan tanggung jawab untuk menikah dan memiliki anak.

"Karena dengan menikah dan punya anak, mereka harus mengubah gaya hidup mereka sepenuhnya sehingga mereka lebih memilih untuk melajang dan menikmati hidup seperti itu," tutur dia.

Dia pun mengakui bahwa negaranya sedang menghadapi krisis populasi, dengan tingkat kesuburan total atau jumlah rata-rata anak yang akan dilahirkan seorang perempuan seumur hidupnya-yaitu 1,30 pada 2021.

Angka kelahiran anjlok yang di bawah 800.000 pada 2022, menurut perkiraan pemerintah, memicu banyak sekolah di Jepang tutup karena tidak memiliki siswa.

Berdasarkan data pemerintah, sekitar 450 sekolah tutup setiap tahun. Antara tahun 2002 dan 2020, hampir 9.000 sekolah menutup pintu mereka selamanya, hingga mempersulit daerah terpencil untuk menarik penduduk baru dan lebih muda.

Namun, Kanasugi mengatakan bahwa sekolah-sekolah itu tidak benar-benar ditutup tetapi banyak yang kemudian bergabung(merging).

"Ada dua sekolah yang bergabung menjadi satu, sehingga jumlah sekolah (di Jepang) berkurang," ujar dia.

Menanggapi krisis populasi, Kanasugi mengatakan bahwa pemerintah Jepang mengupayakan yang terbaik untuk meningkatkan angka kesuburan warganya dengan mendorong orang-orang muda untuk menikah dan memiliki lebih banyak anak.

Perdana Menteri Fumio Kishida telah memperingatkan bahwa penurunan angka kelahiran menyebabkan Jepang hampir tidak bisa mempertahankan fungsi sosial.

Karena itu, penyelesaian masalah tersebut tidak bisa ditunda lagi, kata Kishida.

Kishida mengatakan bahwa dia ingin pemerintah menggandakan anggaran untuk program terkait anak, dan sebuah badan pemerintah baru akan dibentuk pada April untuk fokus pada masalah ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.