Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF Peringatkan Bahaya Perang Dingin Kedua

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Kedaulatan Pangan

Sementara itu, pakar ekonomi Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, mengatakan pemerintah harus belajar dari pengalaman saat ini. RI sudah harus mengonstruksi kedaulatan pangan ke depan, terutama produksi dalam negeri termasuk produk olahan.

"Sebagai negara bukan penghasil gandum, namun beras, singkong, sagu, jagung seharusnya bahan pangan dan olahannya serta konsumsinya bukan yang berbasis gandum," paparnya.

Terkait dengan konflik di Eropa, dia menilai negara-negara Eropa yang anti Russia tampaknya tidak belajar dari peristiwa naiknya harga energi dan komoditas pangan di awal Russia menginvasi Ukraina akibat terganggunya rantai pasoknya. "Mereka lupa kebergantungan terhadap energi dari Russia dan pangan dari Ukraina tentu saja tidak bisa diputus dalam jangka pendek," jelas Suhartoko.

Mengenai perang dingin, Suhartoko mengatakan tergantung hegemoni politik AS dan sekutunya apa masih mempan untuk menekan Russia.

Dalam hal energi dan pangan, Russia mempunyai kekuatan yang cukup dan jangka waktu panjang untuk menghadapi pihak barat. Artinya, meningkatkan tensi perang dingin bahkan merugikan masyarakat mereka sendiri," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.