Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF Peringatkan Bahaya Perang Dingin Kedua

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IMF Peringatkan Bahaya Perang Dingin Kedua Doc: ISTIMEWA
Ket. KRISTALINA GEORGIEVA Direktur Pelaksana IMF - Bisakah kita lebih bertekad meningkatkan keamanan pasokan, tetapi tidak mendorong dunia berada dalam perang dingin kedua? Saya yakin itu mungkin.

» Upaya untuk mengamankan pasokan jangan sampai mendorong negara-negara masuk ke perang dingin baru.

» RI harus mengonstruksi kedaulatan pangan, terutama produksi dalam negeri termasuk produk olahan.

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan para pembuat kebijakan di dunia akan bahaya perang dingin baru atau yang kedua saat mereka meningkatkan upaya untuk mengamankan rantai pasokan industri di tengah ketegangan geopolitik antara kekuatan-kekuatan besar.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dalam keterangannya pada Kamis (13/4) di Washington, mengatakan dia dibesarkan di Bulgaria selama era Soviet, sehingga mengalami perang dingin. Sebab itu, dia berharap agar situasi tersebut tidak terulang.

"Bisakah kita lebih bertekad meningkatkan keamanan pasokan, tetapi tidak mendorong dunia berada dalam perang dingin kedua? Saya yakin itu mungkin," kata Georgieva dalam pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia di Washington.

Sebelumnya, pada pertemuan pemimpin kelompok tujuh negara (G7), juga berjanji untuk memberikan peran lebih besar kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam mendiversifikasi rantai pasokan agar mereka lebih tangguh dan berkelanjutan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Aloysisus Gunadi Brata, mengatakan dengan ekonomi dunia saat ini yang makin saling bergantung satu sama lain (interdependen), maka nyaris tidak ada negara yang ekonominya bisa berjalan baik bila tidak berada dalam global supply chain.

"Kalau ada pemain penting dalam global supply chain menahan atau mengurangi keterlibatannya maka pasokan pasti terganggu dan berdampak luas. Bila ini terjadi maka akibatnya seperti layaknya perang dingin dalam bentuk baru," kata Aloysius.

Peringatan IMF juga bisa dilihat sebagai pernyataan kekhawatiran negara-negara barat terhadap kekuatan ekonomi lainnya, khususnya Tiongkok dan Russia. Tiongkok misalnya, mempunyai peran penting dalam rantai industri modern karena terkait dengan pasokan barang-barang strategis seperti mineral baterai dan semikonduktor.

Diminta terpisah, Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan gangguan rantai pasok tetap berlanjut selama perang Russia-Ukraina berlangsung, begitu pula ketegangan antara Tiongkok, Taiwan, dan Amerika Serikat masih berlangsung.

"Yang perlu diwaspadai adalah bagaimana industri strategis misalnya yang bergantung pada semikonduktor dan teknologi tinggi. Sebagian besar masih bergantung pada Taiwan, Tiongkok, dan AS.

Sebab itu yang harus dilakukan ketika kerja sama multilateral retak, baik dalam G20 maupun di WTO, adalah meningkatkan kerja sama bilateral dengan menjaga hubungan Indonesia dengan AS, Taiwan, dan Tiongkok.

Kekuatan dunia yang sifatnya multiporal menyebabkan ketegangan, sehingga harus diantisipasi dengan substitusi impor yang lebih serius. Substitusi impor yang bisa menjadi buffer atau penyangga dalam menahan guncangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Dua Kapal Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

50 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.