Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unjuk Rasa Reformasi Pensiun Kembali Terjadi

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Unjuk Rasa Reformasi Pensiun Kembali Terjadi Doc: AFP/Damien MEYER
Ket. Aksi Protes l Seorang pengunjuk rasa memegang plakat bertuliskan desakan agar Presiden Emmanuel Macron mundur saat terjadi aksi protes menentang reformasi pensiun di Kota Rennes, Prancis, pada Kamis (13/4). Aksi unjuk rasa ini merupakan hari terakhir sebelum keluar keputusan dari Dewan Konstitusi Prancis tentang reformasi tersebut.

PARIS - Ratusan ribu orang diperkirakan kembali turun ke jalan-jalan di berbagai penjuru Prancis, untuk memprotes reformasi pensiun Presiden Emmanuel Macron, Kamis (13/4), yang merupakan hari terakhir demonstrasi sebelum keluarnya keputusan pengadilan yang penting tentang rancangan undang-undang tersebut.

Polisi memperkirakan sekitar 400.000 hingga 600.000 orang ambil bagian dalam demonstrasi nasional kali ini. Jumlah itu kurang dari setengah dari hampir 1,3 juta yang berpartisipasi pada Maret lalu, puncak protes atas reformasi itu yang mencakup perubahan usia minimum pensiun dari 62 menjadi 64 tahun.

"Namun demikian, sekarang bukan waktunya untuk menyerah, karena itulah yang diharapkan Macron," kata Johan Chivert, seorang mahasiswa di wilayah Creuse di Prancis tengah. "Kita harus terus melanjutkan aksi protes ini dan menunjukkan bahwa rakyat menentang reformasi ini," imbuh dia.

Pasukan keamanan terlihat amat waspada terhadap para pembuat onar, dengan sekitar 1.500 pengunjuk rasa anarkis dan radikal diperkirakan ikut hadir di Paris, sementara di kota-kota regional seperti Nantes dan Rennes, aksi unjuk rasa kembali dianggap berisiko menghadapi bentrokan seperti yang telah terjadi dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Undangan Dialog

Saat ini semua mata tertuju pada mahkamah konstitusi, yang akan mengatur legalitas rancangan undang-undang pensiun itu.

"Keputusan dari mahkamah konstitusi pada Jumat (14/4) akan mengakhiri prosedur demokrasi dan konstitusional," kata Presiden Macron kepada wartawan dalam perjalanan ke Belanda pada Rabu (12/4), sambil menambahkan bahwa debat publik pasti akan berlanjut.

Presiden Macron pun mengaitkan reformasi pensiun dengan kebutuhan Prancis untuk mengontrol pengeluaran publik dan agendanya yang lebih luas untuk hubungan ekonomi yang lebih erat di antara para anggota Uni Eropa.

Jika pengadilan mengeluarkan lampu hijau, maka Presiden Macron diperkirakan akan segera menandatangani RUU itu menjadi undang-undang, sehingga membuka peluang untuk mulai memberlakukannya sebelum akhir tahun 2023.

Setelah berulang kali menolak seruan untuk berbicara dengan para pemimpin serikat pekerja dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Macron mengatakan akan mengundang sejumlah perwakilan buruh untuk berdialog setelah keputusan pengadilan diterbitkan.

"Saya tahu bahwa jejak ketidaksepakatan kita saat ini akan tetap ada, tetapi saya akan menyerukan pembicaraan dalam semangat kerukunan dan dengan keinginan untuk melihat ke masa depan, apapun keputusan yang diumumkan," ucap dia.AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.