Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Enam Belas Jam Berpuasa dan Meneliti di Eropa

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Enam Belas Jam Berpuasa dan Meneliti di Eropa Doc: Istimewa
Ket. Athi Nur Auliati Rahmah adalah alumni FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.

YOGYAKARTA - Athi Nur Auliati Rahmah adalah alumni FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, kini melanjutkan studi di Inggris sebagai mahasiswa magister Nanoscience and Functional Nanomaterials di Bristol Centre of Functional Nanomaterials (BCFN), School of Physics, Faculty of Science, University of Bristol. Dia kuliah ini dengan beasiswa Indonesia Maju Puspresnas-Kemendikbudristek RI.

Mnurut siaran persnya, Ramadan di Bristol, Inggris bertepatan dengan musim semi sehingga durasi siang yang lebih lama. Athi bercerita jika awal-awal Ramadan subuh sekitar pukul 5 pagi dan maghrib sekitar pukul 7 malam. Di pertengahan, subuh semakin maju menjadi sekitar pukul 4 pagi dan maghrib semakin mundur sekitar pukul 8 malam. Lama puasa 16 jam tidak mengendorkan semangatnya untuk terus belajar di tiga laboratorium.

Sebagai mahasiswa nanosains, saat puasa, ia bertepatan dengan mengerjakan proyek tentang nanomaterial untuk sistem pendingin panel surya. Athi kerap bolak-balik ke Materials Lab di School of Physics, Thermofluids Lab di School of Engineering, dan Chemistry Laboratory di School of Chemistry.

"Capek banget, ngampus jam 9 pulang jam 5 dan harus selalu focus," ucap Athi, Kamis (13/4).

Saat puasa, biasanya jam istirahat makan siang digunakan untuk sholat di mushola kampus sebelum kembali ke lab.

Warga Sumenep Madura itu bercerita bahwa sebelum puasa ia sudah mempersiapkan bahan-bahan makanan seperti beras, bumbu, daging halal, makanan beku, dan buah-buahan.

"Beli daging halal lumayan jauh, harus ke supermarket yang besar dan tidak di pusat kota, jadi saya akalin dengan beli frozen food sosis halal, kebab halal, dan samosa halal yang tinggal dimicrowave, goreng, atau oven untuk sahur dan buka" cerita Athi.

"Sebenernya pengen banget teraweh di kampus atau mesjid, tapi lokasinya lumayan jauh jadi harus naik bus. Isya tuh jam setengah 9-10 malam, berarti selesai terawehnya tengah malam dong, agak ngeri juga kalau ngebus dan jalan kaki sendirian," jelas Athi yang memilih untuk tarawih di kostnya.

Sebagai minoritas, Athi merasa banyak dukungan dari teman-teman internasionalnya. Ada yang mengucapkan selamat puasa pada jam sahur 3 dini hari saat puasa pertama; teman satu kosnya berbagi jus, makanan, dan buah untuk Athi berbuka, teman kostnya yang Chinese bahkan sampai tahu cara menghitung jam buka puasa dan menyemangatinya, teman British yang merupakan tim risetnya juga sangat perhatian "are you okay?" (apakah kamu baik-baik saja? biasa ditanyakan saat ia kelihatan letih), "please, sit!" (silakan duduk, biasa dipersilahkan saat melakukan eksperimen di lab), "you can do it!" (ayo kamu bisa!, biasa disemangati saat naik-turun tangga), dan "you are very welcome to go home, it's fine" (kamu tidak apa-apa pulang, biasa dipersilahkan pulang lebih awal saat di lab).

Secara keseluruhan, Athi bersyukur bisa mendapat pengalaman baru berpuasa di Eropa dan merasa bangga bisa menjadi representasi saintis muslimah yang tetap menjalankan kewajibannya untuk berpuasa dan belajar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.