Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tragis! Dua Warga Magelang Jadi Korban Pembunuhan Dukun Slamet

📅 Senin, 10 Apr 2023, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tragis! Dua Warga  Magelang Jadi Korban Pembunuhan Dukun Slamet Doc: istimewa
Ket. Kapolresta Magelang Kombes Polisi Ruruh Wicaksono.

Magelang - Dua orang warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang, menjadi korban pembunuhan berencana yang dilakukan Slamet Tohari alias Mbah Slamet (45) yang berkedok dukun penggandaan uang di Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kepala Kepolisian Resor Kota Magelang Komisaris Besar Polisi Ruruh Wicaksono di Magelang, Senin (10/4), mengatakan selama ini tidak ada warga Magelang yang melaporkan kasus orang hilang ke polisi.

"Ketika kejadian di Banjarnegara itu kami sudah menyampaikan kepada polsekjajaran untuk memastikan ada tidaknya warga yang kehilangan anggota keluarganya, ternyata tidak ada," katanya.

Akan tetapi, setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jateng melakukan identifikasi terhadap korban pembunuhan dukun Slamet, diketahui ada dua orang, yakni seorang ibu dan anaknya yang ternyata berasal dari Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Dua warga Magelang yang menjadi korban itu atas nama Theresia Dewi (48) beserta anaknyaOkta Ali Abrianto.

Dari informasi itu, jajaran Polsek Mertoyudan merapat ke rumah korban dan membenarkan karena selama lebih kurang dua tahun tidak ada laporan orang hilang ke kepolisian.

Ia menuturkan keluarga korban sudah berangkat ke Banjarnegara untuk memastikan temuan tim DVI.

Kapolresta menambahkan pihaknya sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berbagai bentuk modus orang yang bisa menggandakan uang.

Menurut dia, sudah banyak contoh kasus yang ujung-ujungnya korban meninggal dunia. Beberapa daerah pernah terjadi kasus serupa, seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

"Masyarakat agar lebih cerdas karena tidak ada zaman sekarang ini yang bisa menggandakan uang. Misalnya, uang Rp1 juta menjadi Rp100 juta, tidak mungkin itu," katanya.

Kapolresta menimpali, "Kalau mengetahui, misalnya, ada aktivitas mencurigakan ada warga yang mengaku bisa menggandakan uang dan meresahkan, segera laporkan supaya tidak terjadi seperti di Banjarnegara, sudah ada belasan korban baru diketahui, padahal sudah bertahun-tahun."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.