Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Taiwan Technical Mission Bantu Penggunaan UAV untuk Pertanian di Sulawesi

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 20:34 WIB | Oleh:
Taiwan Technical Mission Bantu Penggunaan UAV untuk Pertanian di Sulawesi Doc: ISTIMEWA
Ket. pertanian sulawesi

JAKARTA - Kekurangan tenaga kerja pertanian dan populasi yang menua telah menjadi masalah yang dihadapi oleh negara-negara di seluruh dunia. Pemerintah berbagai negara secara aktif mendorong generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian untuk mengatasi masalah tersebut.

Dalam konteks ini, promosi pertanian cerdas telah menjadi pemufakatan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi permintaan tenaga kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Pendidikan Indonesia dan Kementerian Pertanian telah mempromosikan kebijakan yang disebut Petani Milenial.

Petani Milenial menggabungkan pertanian cerdas dan teknologi modern untuk mengurangi tenaga kerja yang dibutuhkan pertanian tradisional. Selain itu juga untuk meningkatkan pendapatan petani untuk menarik lebih banyak generasi muda untuk memasuki bidang pertanian.

"Salah satu solusi teknologi pertanian adalah pesawat tanpa awak (UAV). Pesawat ini dapat membantu secara atas berkurangnya tenaga kerja pertanian," tulis Taiwan Technical Mission (TTM) melalui siaran pers Senin (3/4).

TTM telah berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Sulawesi Selatan untuk mempromosikan penggunaan UAV pertanian, untuk mengatasi populasi yang menua dan kekurangan tenaga kerja di daerah pedesaan. Selain itu teknologi tersebut dapat mengurangi dampak lingkungan dari bahan kimia pertanian.

"Fokusnya terutama pada aplikasi perlindungan tanaman, seperti penyemprotan pupuk dan pestisida (insektisida, fungisida, herbisida, dan sebagainya.). Melalui acara demonstrasi, personel sektor publik yang relevan diundang untuk berpartisipasi, dan diinstruksikan dalam penggunaan perangkat lunak tambahan seperti navigasi otomatis dan pemetaan medan, untuk membantu mereka memahami potensi UAV sebagai mesin pelindung tanaman.

Pertanian tradisional membutuhkan banyak tenaga kerja untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida, sehingga mempromosikan penggunaan UAV dapat secara efektif membantu mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja di daerah pedesaan. Pada saat yang sama, penggunaan UAV untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida juga dapat mengurangi dampak lingkungan. Tidak hanya jumlah bahan kimia yang digunakan lebih sedikit, penyemprotan juga lebih merata.

"TTM telah melakukan eksperimen di wilayah Gowa, yang menunjukkan bahwa mengganti penyemprotan manual dengan UAV dapat menghemat lebih dari 80 persen biaya waktu dan mengurangi penggunaan air hingga lebih dari 90 persen. Ini tidak hanya membantu memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja di daerah pedesaan, tetapi juga membantu mengurangi dampak lingkungan," lanjut siaran pers tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.