POM Temukan Makanan Berbahaya
📅 Selasa, 04 Apr 2023, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Azmi
TANGERANG - Setelah memeriksa sejumlah sampel, akhirnya Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Tangerang menemukan beberapa makanan berbahaya di dalam pangan. Informasi ini disampaikan Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang,Sony, Senin (3/4).
Total sudah diuji 80 sampel takjil. Tujuh puluh tujuhsampel memenuhi syarat, sedangkan sisanya tiga sampel tidak memenuhi syarat. Dua sampel diduga positif mengandung formalin. Ini ada pada sampel mi kuning dan teri nasi. Satu sampel diduga positif mengandung rhodamin B sampel pacar cina.
Sony menyebutkan sampel-sampel diuji menggunakan rapid test kit terhadap bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan seperti boraks, formalin, rhodamin B, methanyl yellow. Tes dilaksanakan di Kecamatan Legok dan Cikupa.
"Untuk bahan pangan ini kita dapat dari Kecamatan Legok dan Kecamatan Cikupa," katanya.
Menurut dia, dalam pengawasan pangan rutin khusus Ramadan dilakukan dengan mengerahkan satumobil laboratorium keliling. Ini untuk menguji bahan berbahaya yang sering disalahgunakan untuk membuat makanan takjil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sony menyebutkan persentase penemuan bahan pangan mengandung bahan berbahaya di Kabupaten Tangerang cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya. "Temuan pangan yang mengandung bahan berbahaya ini jumlahnya sangat kecil dibanding pangan yang memenuhi syarat," tandas Sony.
Data dari awal menjelang puasa ada 16 sampel ditambah pekan lalu 80 sampel. Jadi 96 sampel, hanya lima mengandung bahan dilarang. Kendati demikian, Loka POM akan mendorong warga terkait sanitasi dan higienitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!