Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tulang Ular Prasejarah Ditemukan di Tiongkok Selatan

📅 Senin, 03 Apr 2023, 17:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tulang Ular Prasejarah Ditemukan di Tiongkok Selatan Doc: Istimewa

NANNING - Sejumlah tulang ular yang berasal dari periode Neolitikum, sekitar 6.000 tahun lalu, telah ditemukan di cekungan Sungai Zuojiang, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan.

Vertebra (ruas tulang belakang) tunggal terpanjang yang ditemukan di situs tersebut merepresentasikan seekor ular yang termasuk dalam spesies Python bivittatus.

Vertebra itu mengindikasikan bahwa panjang tubuh keseluruhan ular mencapai 4,58 meter, melampaui rekor sebelumnya di Tiongkok untuk spesies ini dengan panjang 3,56 meter.

Penemuan baru ini juga membantu memberikan informasi tentang sejarah perburuan ular di Tiongkok selatan, yang dimulai sekitar 6.000 tahun yang lalu.

"Sebagian besar tulang ular yang ditemukan itu diduga memiliki bekas terbakar pada permukaannya, dan tulang mamalia yang menumpuk di sampingnya. Tulang-tulang itu juga menunjukkan tanda-tanda pemotongan atau pemukulan secara manual," kata Yang Qingping dari Institut Perlindungan Relik Budaya dan Arkeologi Guangxi, Senin (3/4)

Masih dipertimbangkan apakah manusia prasejarah di daerah itu memanggang makanan untuk mengolah dagingnya, tambah Yang.

Penelitian tersebut dilakukan bersama oleh Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok serta Institut Perlindungan Relik Budaya dan Arkeologi Guangxi.

Hasil terkait telah dipublikasikan secara daring di jurnal internasional Historical Biology.

Cekungan Sungai Zuojiang memiliki sumber daya hewan dan tumbuhan yang kaya akan bentang alam yang kompleks dan beragam serta berbagai warisan budaya prasejarah.

Sekelompok lukisan batu yang berusia lebih dari 2.000 tahun di cekungan itu dimasukkan ke dalam daftar warisan dunia UNESCO pada 2016. Ant/Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.