Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurang Bermain Sebabkan Perkembangan Bahasa Anak Terhambat

📅 Minggu, 02 Apr 2023, 21:40 WIB | Oleh:
Kurang Bermain Sebabkan Perkembangan Bahasa Anak Terhambat Doc: ANTARA/Harvard Health
Ket. Ilustrasi anak-anak bermain

JAKARTA - Terapis Wicara Bangkit Pratama mengatakan kurangnya bermain bisa menyebabkan perkembangan bahasa anak terhambat karena sambil bermain sebenarnya anak-anak juga belajar."Jika anak-anak kurang bermain dan berinteraksi dapat menyebabkan perkembangan bahasanya terhambat, karena dengan permainan anak akan lebih enjoy dalam menikmati proses belajar berbicara," kata Bangkit dalam diskusi memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia yang diikuti secara daring di Jakarta, Minggu.Bangkit mengatakan permainan adalah landasan untuk perkembangan bahasa anak, maka sudah sewajarnya bagi para orang tua untuk aktif dalam mengajak anaknya berinteraksi.Jenis permainan yang dapat digunakan juga bermacam-macam seperti symbolic play (bermain tebak-tebakan bentuk benda yang ada di sekitar), pretend play (pura-pura seperti dokter-dokteran), dan basic play (permainan umum seperti cilukba), tambah dia."Usia tiga tahun kebawah jika duduk satu jam itu tidak bagus dan tidak fokus. Ajak mereka lari sambil bersuara," kata Bangkit.Meski demikian, bukan berarti bermain sambil duduk itu tidak bagus. Ada permainan yang bisa dilakukan sambil duduk, namun tidak sampai satu jam dan tetap harus diawasi orang tua.Contohnya jika orang tua memberikan mainan model binatang pun orang tua juga harus berperan dalam mengajak berbicara seperti menirukan suaranya atau pura-pura memberi makan, tambah dia.Menurutnya, jenis permainan lain seperti permainan berkelompok yang lebih aktif bisa lebih melatih kemampuan interaksi anak, karena kemampuan motorik dan bicara itu sebanding."Orang tua yg memberikan tanggung jawab anaknya kepada para pengasuh itu biasanya lupa akan hal ini," kata Bangkit.Oleh karena itu, Bangkit menyarankan agar para orang tua memperhatikan perkembangan anaknya dengan minimal melihat pada buku merah muda (buku kesehatan ibu dan anak) yang dibagikan di Posyandu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.