Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sampah Antariksa, Seberapa Berbahayakah bagi Kita di Bumi?

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sampah Antariksa, Seberapa Berbahayakah bagi Kita di Bumi? Doc: ANTARA/Humas Polda Kalteng
Ket. Tim gabungan bersama warga Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah mengecek benda atau serpihan yang diduga 'fairing atau pelindung muatan roket Long March/CZ8 milik CNSA yang jatuh di perairan Kumai pada 2021.

Fabian Zander, University of Southern Queensland

Dalam seminggu terakhir saja, kita telah melihat dua insiden dari sampah antariksa yang jatuh kembali ke Bumi di tempat-tempat yang tidak terduga.

Pada hari Sabtu, terdapat kejadian jatuhnya roket Long March 5B milik Cina di atas Malaysia. Beberapa media kemarin melaporkan adanya beberapa bagian dari pesawat luar angkasa yang muncul di wilayah New South Wales, Australia - yang sekarang dikonfirmasi berasal dari misi luar angkasa SpaceX Crew-1.

Seiring dengan berkembangnya industri pesawat luar angkasa, dapat dikatakan bahwa insiden semacam ini akan semakin sering terjadi dan hal ini dapat menimbulkan risiko. Namun, seberapa besar risiko sampah antariksa jatuh ke Bumi?

Apa itu Sampah Antariksa? Bongkahan Besi yang Meluncur ke Arah Kita

Sampah antariksa merujuk pada komponen sisa dari sistem antariksa yang sudah tidak diperlukan lagi. Mereka bisa berupa satelit yang telah mencapai akhir masa pakainya (seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional) atau bagian dari sistem roket yang telah digunakan dan dibuang.

Hingga saat ini, Cina telah meluncurkan tiga roket Long March 5B dan masing-masing roket tersebut sengaja dibiarkan berada di orbit yang tidak terkendali. Ini berarti tidak ada cara untuk mengetahui di mana mereka akan mendarat.

Sedangkan untuk sampah antariksa SpaceX yang ditemukan di Snowy Mountains, New South Wales, Australia, SpaceX melepaskan bagian-bagian roketnya secara terkendali dan mendesain komponen lain untuk terbakar saat masuk kembali ke atmosfer Bumi. Namun, seperti yang bisa kita lihat dari berita-berita terbaru, semua ini tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Jadi, Seberapa Berbahayakah Sampah Antariksa Itu?

Sejauh yang kami tahu, hanya satu orang yang pernah tertimpa puing-puing itu.

Lottie Williams, seorang penduduk Tulsa, Oklahoma, pernah tertimpa oleh sebuah puing pada tahun 1997. Benda itu seukuran tangannya dan diperkirakan berasal dari roket Delta II. Dia memungutnya, membawanya pulang dan melaporkannya ke pihak berwenang keesokan harinya.

Namun, dengan semakin banyaknya objek yang pergi ke luar angkasa dan kembali ke bumi, kemungkinan seseorang atau sesuatu tertimpa benda-benda tersebut semakin besar. Hal ini terutama terjadi pada objek besar yang tidak terkendali seperti Long March 5B.

Dari tiga kali peluncuran roket model ini:

    • Yang pertama mengorbit kembali pada 11 Mei 2020, dengan komponen yang mendarat di sebuah desa di Afrika
    • yang ketiga masuk kembali pada hari Sabtu di atas Indonesia dan Malaysia, dengan serpihan-serpihan yang mendarat di sekitar pulau-pulau di kedua negara tersebut.

Jadi, Apakah Kita Harus Khawatir?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.