Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 13:01 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
JAKARTA – Rasanya kontes fim pendek perlu digalakkan karena ini bisa menjadi ruang membangun kreativitas, utamanya anak-anak muda. Kontes Film Pendek Dinas Bina Marga Jakarta 2026 bertema “Jakarta dalam Setiap Langkah, Semua Berawal dari Sini” mendapat apresiasi dari para peserta.
Salah satunya, Emir, sutradara sekaligus ketua tim SMA Avicenna Cinere, Depok, yang meraih juara pertama kategori Pelajar SMA/SMK/MA Sederajat melalui film Sampai ke Seberang. Menurutnya, kontes tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya film, sekaligus mendukung upaya mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema.
Ia berharap kontes serupa dapat terus diselenggarakan agar semakin banyak generasi muda berani berkarya di bidang perfilman. Pengalaman ini juga menjadi kesempatan baginya dan peserta lainnya untuk mengeksplorasi infrastruktur Jakarta sebagai bagian dari cerita film.
Kontes ini menarik, karena memanfaatkan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mempromosikan Jakarta melalui sudut pandang generasi muda. “Ini juga sekaligus menunjukkan, kreativitas dan pemanfaatan lokasi yang tepat dapat mendukung proses produksi,” ujarnya, dikutip bj.com. Dia mengungkapkan ini dalam acara Pengumuman dan Pemberian Penghargaan Pemenang Kontes Film Pendek Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta 2026 di Aula Annex Gedung Dinas Teknis Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).
Emir menjelaskan, dalam proses produksi, tim memanfaatkan sejumlah infrastruktur Jakarta sebagai lokasi pengambilan gambar, termasuk Jembatan Pinisi di Karet Sudirman dan trotoar. Ia mengaku terkesan dengan kondisi jembatan yang dinilainya menarik sekaligus memiliki fungsi penting dalam mendukung mobilitas pejalan kaki.
“Salah satu tempat syuting kita itu adalah Jembatan di Karet, dan pas kali pertama kita datang ke sana kita tentunya amaze ya. Bagus banget jembatannya. Dan jembatannya memang berfungsi untuk para pejalan kaki lewat gitu, dan memang benar-benar memorable banget tempat di situ. Dan trotoar-trotoar di kawasan sana juga sangat bersih, cakep,” katanya.
Emir mengaku tidak menyangka timnya berhasil meraih juara pertama. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh anggota tim, yakni Salma sebagai penulis naskah, Khaizan sebagai produser sekaligus aktor, serta Alma sebagai aktor. Ia mengungkapkan, keterbatasan peralatan tidak menyurutkan semangat mereka untuk menghasilkan karya terbaik.
“Sebelum mulai syuting, kita menonton beberapa film untuk mendapatkan referensi yang baik, termasuk angle pengambilan gambar. Kita juga berusaha memanfaatkan tempat-tempat di Jakarta agar memiliki makna dan terlihat menarik di dalam film. Yang paling penting adalah kerja sama tim. Kita saling berdiskusi tentang angle dan cerita, kemudian menyatukan ide menjadi sebuah karya,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari tim Americano, mahasiswa Akademi Komunikasi Media Radio & TV Jakarta, yang meraih juara pertama kategori Mahasiswa melalui film berjudul ‘Satu Langkah Pasti’.
Nadia Khairunnisa, salah satu anggota tim, berharap kegiatan tersebut dapat terus diselenggarakan untuk membuka kesempatan bagi sineas muda dalam mengangkat cerita Jakarta melalui karya film.
“Lebih ke harapan sih sebenarnya, ke depannya semoga Dinas Bina Marga DKI Jakarta bisa menjadi jalan bagi para sineas muda untuk bisa ikut memfilmkan Jakarta dari kacamata para sineas muda. Jadi, itu juga bisa membuka jalan kepada Jakarta untuk menuju kota yang global,” ungkapnya.
Ia menilai pembangunan infrastruktur Jakarta, khususnya jembatan penyeberangan orang (JPO), trotoar, dan halte, sudah bagus dan modern. Maka itu, sambungnya, keberadaan fasilitas tersebut perlu diperkenalkan kepada masyarakat melalui karya film.
“Sehingga generasi muda turut berperan dalam menampilkan perkembangan wajah Jakarta kepada publik,” ucapnya.
Sementara itu, Fathan mengungkapkan, dirinya telah menyaksikan perkembangan Jakarta selama lebih dari 20 tahun. Ia menilai sejumlah fasilitas yang sebelumnya kurang layak kini telah direnovasi menjadi lebih baik dan menarik sebagai ruang aktivitas masyarakat, termasuk generasi muda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!