Melihat Tren Cloud Computing di Tahun 2023, Apa yang Harus Diantisipasi?
📅 Senin, 27 Mar 2023, 14:22 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Istimewa
Memahami tingginya kebutuhan akses Internet dan aktivitas secara daring, pasar komputasi awan pun berangsur mengalami peningkatan pasca pandemi. Berdasarkan siaran pers yang dipublikasikan oleh lembaga riset Gartner, pengeluaran public cloud dari pasar dunia akan tumbuh 20,7% menjadi $591.8 miliar, dari sebelumnya yang senilai US$490,3 miliar di tahun 2022.
Mengawali tahun 2023, tren cloud computing tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan sebab mengadopsi komputasi awan sudah menjadi hal wajib, mengingat banyaknya keuntungan serta kemampuannya yang dapat membantu perusahaan dan organisasi tetap mempertahankan usahanya dalam kondisi perekonomian yang tidak stabil, keamanannya yang terjamin, serta fleksibilitasnya.
Berikut ini adalah 5 tren cloud computing yang dapat kita antisipasi pada tahun 2023:
1. Meningkatnya Artificial Intelligence dan Machine Learning cloud
Seiring dengan gencarnya upaya perusahaan atau organisasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasionalnya, hal ini membuat penerapan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) terus bertambah menurut majalah Forbes. Namun tanpa disadari, pengadopsian AI dan ML membutuhkan ruang penyimpanan, bandwidth, keamanan yang berlapis, serta kapasitas pemrosesan yang tinggi. Dan di sinilah penyedia layanan cloud computing hadir sebagai solusi yang sangat dibutuhkan untuk penghematan biaya kebutuhan-kebutuhan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
McKinsey mengeluarkan studinya dengan judul "The State of AI in 2021" pun juga memprediksi bahwa hampir dua pertiga perusahaan-perusahaan di dunia berencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam AI dan ML sepanjang tahun 2023. Maka dari itu, kita dapat mengantisipasi kelanjutan inovasi di bidang ini.
2. Pendanaan terhadap keamanan dan ketangguhan cloud menjadi prioritas
Organisasi dan perusahaan juga dihadapkan beragam ancaman siber saat memutuskan untuk bermigrasi ke cloud, seperti software bugs, human error, dan lain-lain. Strategi keamanan yang lebih tinggi harus segera diterapkan oleh perusahaan dan organisasi demi menjaga reputasi bisnis, dan kepercayaan pelanggan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam proyeksinya, Forbes turut mengungkapkan bahwa pendanaan untuk menjaga keamanan siber serta peningkatan ketangguhan cloud terhadap kehilangan data hingga imbas pandemi pada bisnis secara global akan menjadi prioritas di tahun 2023. Meningkatnya ancaman digital membuat keamanan pada cloud menjadi hal yang krusial bagi perusahaan. Walaupun demikian, ancaman resesi global yang mengintai semenjak quartal terakhir di tahun lalu juga menjadi salah satu faktor bagi para pemilik bisnis yang telah mentransformasikan kegiatan operasionalnya ke cloud untuk mencari langkah inovatif namun tetap hemat biaya pada skema keamanan siber mereka. Hal ini akan berdampak juga terhadap peningkatan penyedia layanan Security as a Service di tahun 2023.
3. Desktop as a service (DaaS) untuk menunjang model kerja hybrid
Pandemi berangsur-angsur membaik dibanding awal kemunculannya di tahun 2020 lalu, dan gedung-gedung perkantoran pun sudah mulai dibuka. Namun, model kerja jarak jauh dan hybrid sudah kepalang menjadi model kerja yang diminati oleh para pekerja karena keinginan akan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih sehat tapi tetap mempertahankan produktivitas di mana pun lokasinya. Dan untuk menunjang model kerja tersebut, perusahaan dan organisasi membutuhkan cloud dalam kegiatan operasional harian.
Gartner memprediksi bahwa tools berbasis cloud dengan tingkat keamanan yang terjamin untuk berkomunikasi, mengadakan online meeting, hingga berbagi file antar pekerja akan menjadi preferensi bagi perusahaan dan organisasi yang menerapkan lingkungan kerja yang fleksibel ini untuk jangka panjang. Maka, permintaan terhadap layanan Desktop as a service (DaaS) diprediksi akan terus bertambah di tahun ini.
4. Multi-cloud semakin populer
Para pemilik bisnis mulai mendiversifikasikan layanan mereka ke beberapa penye dia cloud sekaligus. Strategi ini disebut dengan multi-cloud. Masih dalam rilisan terkait tren cloud computing dari Forbes, multi-cloud menawarkan sejumlah keuntungan menurut mereka, seperti peningkatan fleksibilitas serta keamanan. Dengan multi-cloud pula, perusahaan dapat terhindar dari kegagalan operasional bisnis apabila perusahaan hanya menggunakan satu penyedia layanan cloud dan penyedia layanan cloud tersebut mengubah aplikasi yang mereka dukung atau berhenti mendukung aplikasi tertentu untuk seterusnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!