Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Cimahi Gencarkan Pendekatan Jemput Bola untuk Tekan Angka Putus Sekolah

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 16:25 WIB | Oleh:
Pemkot Cimahi Gencarkan Pendekatan Jemput Bola untuk Tekan Angka Putus Sekolah Doc: antara foto
Ket. Pemkot Cimahi terus berupaya tekan angka putus sekolah.

CIMAHI - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat menggencarkan pendekatan jemput bola sebagai bagian dari upaya menekan angka putus sekolah yang terjadi di wilayah tersebut.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan bahwa agenda aktif turun ke lapangan untuk menelusuri akar permasalahan anak yang tidak melanjutkan pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah Kota Cimahi memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jadi, kami tidak lagi menunggu laporan masuk, tim khusus turun langsung ke lapangan untuk jaring anak-anak,” ujarnya di Cimahi, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan.

“Bersama Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan PKBM kami aktif menelusuri akar permasalahan anak putus sekolah dan mendorong mereka melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan Paket A hingga Paket C,” katanya.

Data Pemerintah Kota Cimahi sebelumnya mencatat sebanyak 776 anak putus sekolah hingga akhir 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 525 anak telah kembali mengakses pendidikan melalui program kesetaraan, sementara sekitar 200 anak lainnya masih belum melanjutkan sekolah.

Menurut dia, faktor ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk bersekolah, sehingga pemerintah turut menyiapkan dukungan bagi masyarakat kurang mampu.

“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah hanya karena tidak mampu, Pemerintah Kota Cimahi akan membantu masyarakat yang kurang mampu,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyebut pihaknya terus memperkuat kualitas pendidikan formal dengan salah satunya memperketat pengawasan menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) guna mencegah kecurangan.

“Menjelang pelaksanaan SPMB, kami memastikan tidak ada praktik titip-menitip. Seluruh mekanisme harus berjalan sesuai aturan, berbasis wilayah, dan menjunjung prinsip keadilan,” ungkapnya.

Ngatiyana menambahkan, pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk kecurangan dalam proses penerimaan siswa.

“Tidak ada titipan-titipan. Semua diperlakukan sama. Jika ada yang mencoba menitipkan, akan diproses dan diberikan sanksi tegas,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Timnas Indonesia Taklukkan Oman

2 jam lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Timnas Indonesia Taklukkan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.