Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menelusuri Mata Rantai Masa Lalu Kabupaten Banyumas

📅 Sabtu, 25 Mar 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Pendopo Si Panji menggantikan pendapa lama dalem Kabupaten Purwokerto yang dibuat oleh Martadipura II. Pemindahan dan penggantian dilakukan karena soko guru pendopo lama sudah lapuk. Pada masa pemerintahan Bupati Banyumas ke-20 yaitu Adipati Aryo Sujiman Gandasubrata, Bupati Banyumas (1933-1950), pendopo dipindah menyusul dihapusnya Kabupaten Purwokerto oleh Belanda pada 1 Januari 1936.

Ketika dipindahkan, Pendopo Si Panji telah berusia lebih dari 100 tahun. Namun semua kayunya masih dalam kondisi baik sehingga tidak ada satupun bagian yang diganti. Alasan pemindahan dan penghapusan Kabupaten Purwokerto untuk efisiensi anggaran. Alasan lain Purwokerto dipilih menjadi ibu kota lantaran letaknya strategis dan ada jalur kereta api. Selain itu Purwokerto juga bebas dari luapan Sungai Serayu.

Cikal Bakal BRI

Banyumas juga menjadi cikal bakal bagi berdirinya Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang pada 2021 memiliki 89 juta nasabah. Dalam sejarahnya, BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah, oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja pada 16 Desember 1895.

Sejarah sepak terjang BRI di masa lalu dapat dilihat di Museum Bank Rakyat Indonesia yang berlokasi di Jalan Sudirman nomor 57, Purwokerto. Di depan museum didirikan patung Raden Aria Wirjaatmadja. Meski bangunannya tidak besar namun terlihat megah dan terjaga.

Di dalam museum ini bisa dilihat koin-koin uang dari jaman Majapahit, uang-uang kertas asal Tiongkok, Jepang, zaman VOC Belanda, masa kemerdekaan RI, peninggalan mesin-mesin perbankan masa kini serta peninggalan barang-barang milik Raden Aria Wirjaatmadja.

Dalam sejarahnya nama BRI baru ada sejak diambil alih pemerintah Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1946, bank ini ditetapkan sebagai sebuah bank pemerintah dengan nama Bank Rakyat Indonesia.

Ketika didirikan, Bank BRI bernama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofdenartinya Bank Bantuan dan Simpanan Milik Priyayi Purwokerto. Kredit yang dikucurkan untuk menyediakan jasa keuangan bagi masyarakat asli Indonesia.

Ide pendirian bank muncul saat Wirjaatmadja menghadiri undangan pesta khitanan dari seorang guru. Di tengah suasana pesta, beliau berpikir mengapa seorang guru bisa mengadakan pesta yang begitu besar dan mewah, ditandai dengan hadirnya para pembesar, hidangan yang melimpah dan hiburan berupa kesenian Tayuban.

Ia berpikir gaji guru saat itu sangatlah tidak mungkin cukup untuk membiayai pesta sebesar itu. Di tengah suasana pesta Tayuban, ia menanyakan sumber biaya pesta tersebut yang ternyata berasal dari rentenir yang menerapkan bunga yang sangat tinggi, yang beban pelunasan utang sebenarnya diluar kemampuan guru tersebut.

Melihat nasib guru yang terjerat rentenir itu waktu Raden Aria pun tergerak hatinya untuk memberi bantuan dengan memberikan pinjaman dengan bunga rendah untuk melunasi utang guru tersebut. Namun, belakangan diketahui ternyata banyak priyayi pribumi memiliki masalah yang sama dengan guru tersebut.

Raden Aria kemudian mengelola uang kas masjid menjadi dana bantuan pinjaman dengan bunga rendah. Keadaan tersebut kemudian diketahui oleh atasan Asisten Residen E Sieburgh sehingga melarang penggunaan kas masjid selain untuk keperluan masjid.

Atas peristiwa itulah kemudian terbit surat resmi untuk mendirikan sebuah bank perkreditan rakyat pertama bagi pribumi. Pada 16 Desember 1895,Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenarenatau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi beroperasi pertama kali. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.