Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menelusuri Mata Rantai Masa Lalu Kabupaten Banyumas

📅 Sabtu, 25 Mar 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Menelusuri Mata Rantai Masa Lalu Kabupaten Banyumas Doc: Istimewa

Kabupaten Banyumas memiliki tempat-tempat bersejarah berusia ratusan tahun yang menarik untuk dilihat. Masjid Saka Tunggal, Pendopo Si Panji, dan Museum Bank BRI adalah serpihan sejarah Banyumas yang cukup kuno dan juga menginspirasi.

Beberapa tempat bersejarah yang ada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, adalah Masjid Saka Tunggal Baitussalam. Sesuai namanya masjid tua ini masjid memiliki saka atau tiang penyangga tunggal dari kayu jati, di tengah bangunan berukuran 12 x 18 meter.

Saka atau tiang tersebut diukir lalu diwarnai layaknya sebuah totem atau benda atau binatang yang dianggap suci dan dipuja. Dari bagian bawah hingga ke tengah yang dapat dijangkau tangan manusia, terpasang kaca untuk melindungi bagian yang terdapat tulisan 1288 masehi, tahun pendirian masjid tersebut.

Dari angka tahun tersebut atau berada pada abad ke-13, maka Masjid Saka Tunggal menjadi masjid yang telah ada sebelum era Wali Songo atau Wali Sembilan, jumlah wali penyebar agama Islam di tanah Jawa yang hidup antara abad 15-16 M.

Bahkan jika angka tahun masehi tersebut memiliki kebenaran, maka masjid saka tunggal lebih tua dari Kerajaan Majapahit yang berdiri pada 1294 Masehi. Masjid ini diperkirakan telah ada pada masa Kerajaan Singasari antara 1222-1292 Masehi.

Keunikannya selan saka tunggal di tengah adalah adanya empat helai sayap dari kayu di tengah saka. Empat sayap yang menempel di saka tersebut melambangkan "papat kiblat limapancer" atau empat mata angin dan satu pusat.

Papat kiblat limapancerberarti manusia sebagaipancerdikelilingi empat mata angin yang melambangkan api, angin, air, dan bumi. Saka tunggal itu perlambang bahwa orang hidup ini seperti alif, harus lurus. Jika bengkok atau melakukan hal negatif itu artinya maka bukan lagi manusia.

Empat mata angin itu berarti bahwa hidup manusia harus hidup seimbang. Jangan terlalu banyak air bila tak ingin tenggelam, jangan banyak angin bila tak mau masuk angin, jangan terlalu bermain api bila tak mau terbakar, dan jangan terlalu memuja bumi bila tak ingin jatuh.

Masjid yang dilindungi sebagai benda cagar budaya/situs itu berada di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Bangunan berdiri di tengah suasana pedesaan yang begitu kental. Bahkan di kawasan masjid yang dipenuhi dengan kera-kera yang berkeliaran bebas.

Sejarah Masjid Saka senantiasa terkait dengan tokoh penyebar Islam di Cikakak, bernama Mbah Mustolih. Dalam syiar Islam yang dilakukan, Mbah Mustolih memang menjadikan Cikakak sebagai markas. Saat ini makamnya tidak jauh dari Masjid Saka Tunggal.

Tradisi yang masih berlangsung di Masjid Saka Tunggal melantunkan kidung selama menunggu waktu salat Jumat. Kidung dilantunkan dengan campuran antara bahasa Arab dan Jawa. Tradisi ini oleh masyarakat setempat disebut "ura-ura".

Di Masjid Saka Tunggal, imam masjid tidak menggunakan penutup kepala yang lazimnya digunakan di Indonesia yang biasanya menggunakan peci, kopiah, tetapi mereka menggunakanudeng/pengikat kepala. Mereka berpakaian baju putih lengan panjang warna putih, menggunakanudengbermotif batik, dan keempat muazin tersebut mengumandangkan adzan secara bersamaan.

Uniknya lagi, seluruh rangkaian salat Jumat dilakukan secara berjamaah, mulai dari salat tahiyatul masjid, qobliyah Jumat, salat Jumat, ba'diah Jumat, salat dzuhur, hingga ba'diah dzuhur. Tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini yaitu tradisi untuk tidak menggunakan pengeras suara. Meski demikian suara adzan yang dilantunkan oleh empat muadzin sekaligus, tetap terdengar begitu lantang dan merdu dari masjid ini.

Bagi warga Banyumas, Pendopo Si Panji memberi kebanggaan tersendiri karena nilai sejarahnya. Pendopo ini memiliki hubungan yang kuat dengan sejarah Banyumas. Awalnya merupakan pendopo Kabupaten Banyumas yang berada di Kota Banyumas. Karena beberapa alasan pendopo tersebut dipihan ke lokasinya yang sekarang yaitu di Jalan Kabupaten nomor 1, Alun-alun Purwokerto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

48 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.