Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mayoritas Website Pemerintah dan Universitas di Indonesia Tak Ramah Difabel

📅 Jumat, 24 Mar 2023, 09:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mayoritas Website Pemerintah dan Universitas di Indonesia Tak Ramah Difabel Doc: The Conversation
Ket. Penyandang disabilitas netra mengoperasikan telepon genggam untuk berkomunikasi.

Mahalli, Universitas Brawijaya

Aksesibilitas website dan konten digital bagi kelompok difabel di Indonesia masih rendah.

Indeks Internet Inklusif menempatkan Indonesia di rangking ke-66 dari 120 negara lainnya. Dari segi aksesibilitas pada penyandang disabilitas, Indonesia mendapatkan nilai 69,75 dan tidak memenuhi standar Web Content Accessibility Guideline (WCAG). Gambar-gambar di website pemerintah tidak dilengkapi teks alternatif.

Masalah itu bukan hanya terjadi pada situs-situs lembaga pemerintah, tapi juga website universitas. Sekitar 95% website perguruan tinggi di Indonesia bermasalah dalam hal aksesibilitas pada penyandang disabilitas.

Penilaian tersebut baru masih terbatas pada penilaian aksesibilitas dari segi teknis. Namun ketika secara teknis website dan konten digital masih bermasalah, maka dari segi kebergunaannya (usability) juga masih menyimpan kesenjangan antarpengguna yang beragam.

Walau Indonesia telah 10 tahun meratifikasi Konvensi Hak Orang dengan Disabilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN CRPD) dan lima tahun punya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak aksesibilitas teknologi informasi bagi kaum disabel, aksesibilitas website dan konten digital bagi mereka tetap sulit dan tidak tersedia.

Akses Inklusif dan Kesenjangan Digital

Permasalahan secara teknologis tersebut hanya satu dari empat sisi penyebab kesenjangan digital pada penyandang disabilitas. Faktor lainnya berupa faktor sosial, motivasional, dan finansial.

Selain itu, faktor kebijakan juga sangat signifikan dalam pengaruhnya terhadap kesenjangan digital. Di negara-negara berkembang, dampak kesenjangan digital pada perempuan penyandang disabilitas semakin buruk. Kepemilikan gawai dan literasi perempuan difabel sangat rendah bahkan dibandingkan laki-laki difabel.

Di Indonesia, kesenjangan tersebut semakin nyata karena berkait kelindan antar faktor-faktor tersebut. Secara sosial, penyandang disabilitas masih mengalami diskriminasi dan stigma.

Dari sisi finansial, ketimpangan kesejahteraan membayang-bayangi keberdayaan penyandang disabilitas. Sekitar 82% penyandang disabilitas di negara berkembang hidup di bawah garis kemiskinan. Dari segi kebijakan, pengabaian akan keterlibatan penyandang disabilitas masih kentara. Hanya 14 dari 70 daerah di Indonesia yang melibatkan penyandang disabilitas dalam musyawarah rencana pembangunan.

Secara teknologis, penyandang disabilitas mendapati hambatan yang beragam. Banyak website yang tidak terbaca pembaca layar (screen reader) dengan baik dan video-video kementerian yang tidak menyediakan takarir (caption) atau juru bahasa isyarat.

Aksesibilitas website dan konten digital juga menjadi keluhan kelompok Tuli pada beberapa layanan publik yang seharusnya dapat mereka akses.

Penyandang disabilitas netra membutuhkan konten digital yang dapat terbaca atau tersuarakan dengan screen reader atau penyesuai tampilan layar (screen magnifier). Kelompok Tuli membutuhkan juru bahasa isyarat, juru ketik, atau takarir untuk dapat mengikuti kelas daring.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.