Interaksi di Ruang Digital Perlu Toleransi
📅 Jumat, 24 Mar 2023, 01:00 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Bambang Tri Santoso, mengatakan interaksi di ruang digital butuh toleransi. Hal tersebut dapat membentuk ruang digital yang sehat dan ramah.
"Selain menyediakan atau membangun infrastruktur internet, kami juga berusaha membangun lingkungan yang ramah agar aktivitas digital berjalan dengan baik. Oleh karena itu, membangun rasa toleransi merupakan hal yang sangat kami usahakan saat ini melalui literasi digital," ujar Bambang, dalam keterangannya terkait Literasi Digital Sektor Pendidikan, di Jakarta, Kamis (23/3).
Dia menekankan bahwa kondisi toleransi yang rendah menyebabkan munculnya penyakit digital seperti hate speech, cyberbullying, dan juga penyebaran hoaks. Menurutnya, masyarakat harus ingat bahwa internet dan sosial media adalah ranah publik yang dapat dilihat oleh semua orang.
"Kebanyakan netizen menganggap dunia siber berbeda dengan dunia nyata, jadi tidak perlu etika di sana. Padahal ketika di dunia maya dan nyata sama halnya kemudian juga sama juga halnya di ranah hukum," jelasnya.
Sektor Pendidikan
Sebaiknya Anda baca juga:
Bambang mengatakan, Survei Indeks Literasi Digital Nasional pada tahun 2022 lalu menunjukkan bahwa kapasitas Literasi Digital masyarakat Indonesia dinilai sebesar 3.54 dari 5.00, yaitu di kategori "sedang".
Pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah di Indonesia untuk meliterasi masyarakat tentang materi yang didasarkan pada 4 pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.
"Program Literasi Digital Sektor Pendidikan terutama pada Perguruan Tinggi sangat penting terutama dalam menambah kerja sama serta kolaborasi program dalam pemberdayaan masyarakat," tandasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Rektor II UIN Ar-Raniry, Khairuddin mengatakan, digitalisasi telah menjadi kebutuhan bagi semua orang. Menurutnya, menghadapi tantangan abad modern, setiap orang kini harus membekali dirinya dengan pengetahuan yang memadai, diiringi dengan kecakapan literasi digital serta penguasaan terhadap TIK.
Dia menegaskan, literasi digital tersebut berkaitan erat dengan dunia pendidikan. Menurutnya, generasi muda saat ini merupakan pengguna teknologi digital yang sangat aktif.
"Posisi peserta didik sebagai pengguna teknologi pun memerlukan kecakapan atau keterampilan tersendiri yang ditunjang dengan pondasi literasi yang kokoh agar dapat berkembang sesuai dengan tujuan pembelajaran," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!