Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank-bank Kecil di Asia Kesulitan Perkuat Modal Melalui AT1

📅 Kamis, 23 Mar 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bank-bank Kecil di Asia Kesulitan Perkuat Modal Melalui AT1 Doc: PETER PARKS/AFP
Ket. Kantor pusat bank HSBC di Hong Kong

HONG KONG - Pemberi pinjaman Asia mungkin akan merasa kesulitan untuk mengisi kembali modal mereka dengan menerbitkan obligasi tambahan Tier-1 (AT1). Kondisi ini akan memperburuk permodalan bank-bank di sejumlah negara Asia, terutama bank-bank kecil.

Citigroup mengatakan hal itu dalam sebuah catatan penelitian pada hari Rabu (22/3), setelah langkah otoritas Swiss untuk menghapus Obligasi Credit Suisse sebagai bagian dari kesepakatan pengambilalihannya.

Lebih jauh dijelaskan, tantangannya akan sangat akut untuk sejumlah besar bank kecil di Asia yang lebih bergantung pada AT1 dibandingkan dengan rekan-rekan Barat karena persyaratan peraturan likuiditas yang lebih ketat.

Di bawah kesepakatan pengambilalihan, regulator Swiss menetapkan bahwa obligasi AT1 Credit Suisse dengan nilai notional 16 miliar franc (17,35 miliar dolar AS) akan dihapuskan, sebuah keputusan yang mengejutkan pasar kredit global dan membuat marah banyak pemegang obligasi.

Obligasi AT1, yang dapat dikonversi menjadi ekuitas, berperingkat lebih tinggi daripada saham dalam struktur modal bank. Jika bank mengalami masalah, pemegang obligasi biasanya datang sebelum pemegang saham dalam mendapatkan uang mereka.

Penurunan nilai menjadi nol di Credit Suisse akan menghasilkan kerugian terbesar di pasar AT1 senilai 275 miliar dolar AS hingga saat ini.

Citi mengatakan dalam catatannya, pihaknya memperkirakan kejatuhan Credit Suisse akan memicu penetapan harga ulang AT1 di seluruh struktur modal bank-bank Asia.

Bank-bank Asia "lebih bergantung pada AT1 mungkin menghadapi kesulitan yang semakin meningkat untuk mengisi kembali modal". Kondisi tersebut pada gilirannya dapat memperlambat laju ekspansi neraca mereka dan membantu menjinakkan prospek inflasi dan laju kenaikan suku bunga.

"Regulator dapat memperketat persyaratan modal dan likuiditas, yang dapat lebih berdampak pada bank kecil," kata Citi dalam catatan penelitian.

Namun, Citi mengatakan langkah Credit Suisse tidak mungkin merusak pasar AT1 yang lebih luas di Asia dalam jangka panjang. Alasannya, karena di seluruh wilayah syarat dan ketentuan instrumen tersebut menawarkan perlindungan investor yang lebih besar.

Saham Asia Melemah

Di bagian lain, ekuitas bank mendorong pasar saham Asia lebih rendah pada awal pekan ini, dengan aset-aset safe-haven seperti obligasi menguat karena kesepakatan akhir pekan untuk menyelamatkan Credit Suisse dan janji likuiditas dari bank-bank sentral tidak dapat membendung kekhawatiran bahwa krisis yang lebih besar sedang terjadi di sistem keuangan.

Di Hong Kong, saham HSBC anjlok 7,0 persen dalam sesi terburuknya selama enam bulan. Indeks Nikkei Jepang jatuh 1,4 persen, indeks Hang Seng ditutup tergelincir 2,6 persen, saham unggulan China CSI 300 melemah 0,5 persen, indeks Shanghai turun 0,5 persen, indeks KOSPI Korsel terpangkas 0,7 persen serta indeks S&P/ASX 200 Australia jatuh 1,4 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.