Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Iran Menyambut Undangan Raja Salman Berkunjung ke Arab Saudi

📅 Senin, 20 Mar 2023, 17:00 WIB | Oleh:
Presiden Iran Menyambut Undangan Raja Salman Berkunjung ke Arab Saudi Doc: Freshnewsasia
Ket. Presiden Iran Ebrahim Raisi (kiri) dan Raja Salman dari Arab Saudi.

TEHERAN - Presiden Iran Ebrahim Raisi dengan senang hati menerima undangan Raja Salman dari Arab Saudi untuk mengunjungi kerajaan itu pasca rekonsiliasi kedua negara.

"Dalam sepucuk surat kepada Presiden Raisi … Raja Arab Saudi menyambut baik kesepakatan antara kedua negara bersaudara (dan) mengundangnya ke Riyadh," cuit Mohammad Jamshidi, wakil kepala staf presiden Iran untuk urusan politik. "Raisi menyambut baik undangan tersebut".

Dua kekuatan regional Timur Tengah itu mengumumkan kesepakatan yang dimediasi Tiongkok untuk memulihkan hubungan setelah tujuh tahun terputus pada 10 Maret lalu.

Riyadh memutuskan hubungan setelah pengunjuk rasa Iran menyerang perwakilan diplomatik Saudi pada 2016 menyusul eksekusi ulama Syiah Nimr al-Nimr oleh Saudi. Peristiwa tersebut salah satu dari serangkaian pemicu konflik dua rival lama di kawasan itu.

Kesepakatan itu diperkirakan akan membuat Iran yang mayoritas Syiah dan sebagian besar Muslim Sunni Arab Saudi membuka kembali kedutaan dan misi mereka dalam waktu dua bulan dan menerapkan kesepakatan kerja sama keamanan dan ekonomi yang ditandatangani lebih dari 20 tahun lalu.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan kepada wartawan pada Minggu (19/3) bahwa kedua negara sepakat untuk mengadakan pertemuan antara diplomat tinggi.

Tiga lokasi pembicaraan telah diusulkan, tambahnya tanpa menyebutkan tempatnya.

Al Jazeera melaporkan, Amir-Abdollahian menekankan "kedua negara bertukar tim teknis untuk memeriksa kedutaan di Teheran dan Riyadh dan melihat apakah mereka siap untuk perwakilan ditempatkan di sana".

"Orang Iran menyarankan tiga lokasi pertemuan.Pertukaran terjadi sekarang melalui kedutaan Swiss, dan bukan Tiongkok.Ini menunjukkan, ada beberapa saluran antara Iran dan Saudi saat ini," kata Hashem.

Pemulihan hubungan Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, dan Iran, yang berselisih dengan pemerintah Barat atas kegiatan nuklirnya, berpotensi membentuk kembali hubungan di seluruh wilayah yang mengalami pergolakan selama beberapa dekade itu.

Iran dan Arab Saudi mendukung pihak-pihak yang bersaing di beberapa zona konflik, termasuk Yaman, di mana pemberontak Houthi bersekutu dengan Teheran dan koalisi militer yang mendukung pemerintah dipimpin Riyadh.

Kedua belah pihak juga bersaing mendapatkan pengaruh di Suriah, Lebanon, dan Irak.

Sejumlah negara Teluk mengikuti tindakan Riyadh pada 2016 dan mengurangi hubungan dengan Teheran, meskipun Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait baru-baru ini memulihkan hubungan.

Menlu Iran mengatakan, negaranya juga berharap langkah-langkah akan dilakukan untuk menormalisasi hubungannya dengan Bahrain, sekutu dekat Saudi yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada 2016.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.