Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panorama Lanskap Samudra Rawa yang Luas di Hulu Sungai Utara

📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 06:15 WIB | Oleh:

Ekowisata Swargaloka

Dalam upaya mendorong tumbuhnya potensi wisata, pemerintah daerah HSU meluncurkan Ekowisata Swargaloka. Wisata yang ditawarkan berupa susur rawa dengan nama Susur Awang Rawa Gambut dan Lokasi Kerajinan.

Desa yang dipilih dalam kegiatan wisata ini adalah Desa Pulantani dan Desa Tambak Sari Panji.

Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, telah dikenal sebagai sentra kerajinan dari tanaman purun (Lepironia articulate) yang banyak tumbuh di rawa-rawa setempat. Tumbuhan rawa ini dibabat lalu dikeringkan kemudian dianyam menjadi kerajinan tikar, topi, tas, dan lainnya.

Agar lebih menarik dikembangkan wisata susur sungai. Pemerintah desa saat ini menawarkan pilihan paket perjalanan bagi para pengunjung yang ingin menyusuri daerah rawa HSU.

Pengunjung diberi pilihan untuk bisa memulai perjalanan dari Desa Pulantani atau dari Desa Tambak Sari Panji di Kecamatan Amuntai Selatan. Sama dengan Desa Pulantani, Desa Tambak Sari Panji juga merupakan sentra pengrajin kerajinan dari purun.

Susur rawa dari Desa Pulantani dimulai dari dermaga Sunung menuju demplot (demonstration plot) budidaya purun di daerah Awan Kari. Perjalanan berhenti di Pondok Pemantau Api, sebelum kembali ke titik semula.

Untuk perjalanan yang lebih ringan dan lebih singkat, pengunjung bisa memulai perjalanan dari Desa Tambak Sari Panji. Perjalanan dimulai dari kantor desa menuju dermaga Danau Caramin menuju demplot purun, Awang Kari dan Awang Lanan, lalu berhenti di Pondok Pemantau Api.

Pondok Pemantau Api menjadi salah satu titik tujuan wisata susur rawa. Ketika kemarau tiba, lahan rawa yang cukup luas sering mengalami kebakaran. Agar kebakaran tidak meluas dan berdampak pada ekosistem yang ada dibangunlah pondok tersebut.

Pondok Pemantau Aii memiliki ketinggian sekitar 5 meter dari permukaan air. Dari bangunan pondok ini wisatawan dapat melihat seluruh hutan rawa dan hamparan kebun purun. Panorama rawa sangat cocok untuk memanjakan mata yang sumpek dengan kehidupan kota, selain menikmati keriangan dengan berswafoto.

Kini bangunan Pondok Pemantau Api yang sederhana diperindah dengan cara dicat untuk menarik wisatawan yang singgah untuk beristirahat dengan berfoto. Umumnya pengunjung ingin berlama-lama di Pondok Pemantau Api untuk beristirahat sambil menikmati semilir angin kaya oksigen di Pulau Kalimantan.

Yang unik dari ekosistem rawa di HSU dapat dijumpai peternakan kerbau rawa (Bubalus bubalis). Entah bagaimana sejarahnya kerbau-kerbau rawa ini hingga bisa berada di Kecamatan Paminggir. Umumnya yang datang untuk melihat kerbau rawa adalah orang di luar HSU.

Untuk menuju Paminggi, perjalanan diarahkan ke Danau Panggang yang berjarak 22, 9 kilometer dari pusat Kota Amuntai dengan waktu tempuh sekitar 43 menit menggunakan transportasi darat. Kemudian dilanjutkan dari Danau Panggang ke ke Paminggir sejauh 10,5 kilometer hanya menggunakan alat transportasi sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.